Pengadaan Moda Transportasi Massal Tersendat, Tuntaskan Masterplan Transportasi
Oleh Bani Saksono dan Tri Listyarini | Jumat, 12 Agustus 2011 | 11:56
Tindakan Dahlan Cerminkan Kepedulian Masyarakat.Foto: Investor Daily/TINO OKTAVIANO JAKARTA – Masterplan system transportasi nasional perlu dituntaskan agar pengembangan moda transportasi massal jelas arahnya. Tanpa itu, investor selalu ragu-ragu menanamkan modalnya karena sulit mengkalkulasi bisnis untuk mencapai skala keekonomiannya.
Investasi bidang transportasi umum membutuhkan dana besar. Jika pemerintah tidak manata system transportasi dan terus membiarkan pemakai kendaraan pribadi bertambah, investor bisa merugi. Investasi transportasi massal baru bisa menguntungkan jika didukung penumpang cukup banyak.
Meskipun Kementerian Perhubungan telah mempunyai Sistem Transportasi Nasional (Sistranas) yang menjadi acuan dari pengembangan transportasi di Indonesia, banyak kalangan menilai, system itu belum komprehensif dan tidak tuntas implementasinya. Akibatnya, kemacetan tetap menjadi masalah laten di kota-kota besar, pengadaan moda transportasi umum tersendat, sementara pemakai kendaraan pribadi terus meningkat.
Demikian rangkuman Investor Daily dari wawancara dengan Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit, Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio, anggota Komisi V DPR RI Abdul Hakim, dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal DKI Jakarta Djan Faridz, di Jakarta, Kamis (11/8).
Baca selengkapnya di
Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
YLKI: KAI Naikkan Tarif Terselubung
Sritex Tawarkan Saham IPO Rp230-Rp385 Per Saham
Daya Tarik Investasi RI Tetap Tinggi
Tol Sumatera akan Dongkrak Ekonomi Jambi
Para Direksi BUMN Mulai Mengajar di SMA
AAJI akan Denda Pelaku Poaching dan Twisting
11:58pm | OJK Setujui Pengurahan Lot Sah...
setuju tu, mantap. investor ecek ecek(investor kali lima) kayak saya, jadi punya kesempatan beli saham bca, mandiri, dll