ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

LANDASAN BANDARA SOETTA TAK PENUHI STANDAR

Penerbangan Garuda ke London Ditunda
Oleh Inneke Lady | Kamis, 1 Agustus 2013 | 11:17

Sejumlah model saat mengisi acara prosesi peluncuran Boeing 777-300ER Garuda Indonesia di Hanggar Garuda Maintenance Facility (GMF) Cengkareng, Banten, Selasa (2/7). Garuda Indonesia akan menerbangkan pesawat Boeing seri 777-300ER ini pada 9 Juli mendatang menuju Jeddah. Pesawat canggih tersebut dilengkapi 314 seat dengan konfigurasi 8 kursi untuk First Class, 38 kursi untuk Business Class, dan 268 kursi untuk Economy Class. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU Sejumlah model saat mengisi acara prosesi peluncuran Boeing 777-300ER Garuda Indonesia di Hanggar Garuda Maintenance Facility (GMF) Cengkareng, Banten, Selasa (2/7). Garuda Indonesia akan menerbangkan pesawat Boeing seri 777-300ER ini pada 9 Juli mendatang menuju Jeddah. Pesawat canggih tersebut dilengkapi 314 seat dengan konfigurasi 8 kursi untuk First Class, 38 kursi untuk Business Class, dan 268 kursi untuk Economy Class. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU

CENGKARENG – Garuda Indonesia terpaksa menunda penerbangan ke London yang dijadwalkan mulai 2 November 2013. Pasalnya, tingkat kekerasan landasan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) belum memenuhi standar yang diperlukan untuk pengoperasian pesawat Boeing 777-300ER dengan kapasitas muatan penuh.

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan untuk penerbangan langsung Jakarta-London (non-stop) yang mengangkut 314 penumpang dan kargo 11 ton (maksimum take-off weight 351.534 kg), pesawat Boeing 777-300ER memerlukan kekerasan landasan (pavement classification number/PCN) mencapai 132 R/D/ W/T. Sedangkan saat ini PCN landasan Bandara Soetta hanya 120 R/D/W/T.

“Dengan kondisi landasan seperti ini, saya kira akan terjadi restricted take-off weight sebesar 329.365 kg. Itu artinya Garuda harus mengurangi 39 penumpang dan tidak memungkinkan mengangkut kargo pada setiap penerbangan yang bisa mengakibatkan kerugian mencolok,” kata Emirsyah di Cengkareng, Tangerang, Rabu (31/7).

Di samping itu, apabila Garuda tetap melaksanakan penerbangan dari Jakarta ke London dengan melakukan satu pemberhentian (setop), hal tersebut dapat menjadikan Garuda tidak kompetitif. Sebab, penerbangan langsung Garuda dari Jakarta ke London merupakan penerbangan ke Eropa tercepat, mengingat penerbangan perusahaan lain melakukan satu pemberhentian di kota/negara dari mana perusahaan penerbangan tersebut berasal.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!