Pendapatan Axis Tumbuh 84%
Rabu, 1 Agustus 2012 | 22:52
Axis. Foto: Investor Daily/ ANTARA/Eric Ireng/Koz/nz/11 JAKARTA - Operator telekomunikasi, Axis, membukukan pertumbuhan pendapatan 84% pada kuartal kedua 2012 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
CEO AXIS, Erik Aas, di Jakarta, Rabu, mengatakan, pertumbuhan pendapatan itu tercapai berkat pertumbuhan yang pesat pada layanan data di mana permintaan akan layanan tersebut terus meningkat.
Ia mencatat, kontribusi pendapatan meningkat dua kali lipat dalam jangka waktu satu tahun. "Ekspansi berkelanjutan layanan internet dan 3G membantu mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan lebih lanjut," katanya.
Sementara itu, CEO International Operations dari STC Group, Ghassan Hasbani, mengatakan kuartal kedua membuktikan bahwa STC secara berkelanjutan terus tumbuh.
"Pada kuartal kedua 2012 ini International Operations STC Group mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 57% dari hasil usaha anak perusahaannya dibandingkan kuartal yang sama 2011," katanya.
Menurut dia, pertumbuhan itu dihasilkan seiring dengan pertambahan jumlah pelanggan secara terus-menerus dan layanan mobile broadband. "Sehubungan dengan kinerja operasional kami di Indonesia, STC sangat senang dengan kinerja yang dihasilkan Axis di kuartal kedua 2012," katanya.
Selain itu, keberadaan perusahaan itu di Indonesia juga memberikan keuntungan tersendiri dari keragaman�geografis dalam kelompok perusahaan STC.
Ia menilai, Axis terus menunjukkan kinerja positif sejak awal 2012 dengan menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang pesat.
Keberhasilan dalam melakukan akuisisi pelanggan baru didorong oleh semakin tingginya permintaan pelanggan akan layanan data AXIS yang berkualitas.
Untuk memenuhi peningkatan permintaan akan layanan data dan internet, perusahaan telah melakukan perluasan jaringan secara agresif sejak kuartal empat tahun lalu dengan membangun lebih dari 5.000 Base Transceiver Station (BTS), di mana 4.000 di antaranya adalah BTS 3G.
Perusahaan juga telah mengimplementasikan teknologi High Speed Packet Access (HSPA) di lebih dari 45% wilayah jangkauannya, yang akan memungkinkan perusahaan untuk dapat menawarkan layanan mobile broadband dengan kecepatan hingga 42 Mbps di kota-kota utama. (gor/ant)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kenaikan Harga BBM Membuat Ekonomi Stabil
Pasar Finansial Tunggu Kejelasan dari The Fed
Multipolar Technology akan Lepas 20% Saham
Saham Lapis Kedua Topang Penguatan IHSG
BI Rate dan Tekanan Pasar Finansial
Penjualan Aset Tak Terkait Pilpres
Indonesian Bimmers Gelar Gathering di Buperta Cibubur
Perbankan Jangan Buru-Buru Naikkan Bunga Kredit