ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 21 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

GREENPEACE:

Pemerintah Perlu Investasi Alat Pemadam Kebakaran Hutan
Senin, 24 Juni 2013 | 11:18

JAKARTA- Pemerintah perlu melakukan investasi melengkapi alat dan membuat sistem pemadam kebakaran lahan dan hutan, agar tidak menimbulkan kerugian pihak asing.

"Kita (perlu) investasi lebih untuk perlindungan (hutan) nya. Jangan sampai jadi 'pemadam kebakaran' saat negara lain berteriak," kata Geenpeace Indonesia Forest Campaigner, Yuyun Indradi kepada Antara di Jakarta, Senin.

Menurut dia, Kementerian Kehutanan (Kemhut) pun belum memiliki alat-alat yang memadai untuk menanggulangi kebakaran hutan besar seperti yang terjadi di Riau.

Dengan kondisi kebakaran lahan dan hutan yang begitu masif di Riau, ia memahami tidak mungkin dapat dilakukan pemadaman dalam sekejab. Karena itu pencegahan, antisipasi harus selalu dilakukan guna menghindari kerugian yang lebih besar.

"Masalahnya kan tidak cukup hanya dengan one shoot. Pemadaman yang sekarang ya harus dilakukan berulang-ulang sampai tuntas," ujar dia.

Greenpeace dalam hal ini, mencoba terus memantau perkembangan titik api mengingat peta titik api di wilayah hutan moratorium mau pun wilayah konsesi sudah diketahui.

Catatan Greenpeace terdapat 220 titik api di wilayah moratorium yang terdeteksi dari tanggal 11 hingga 18 Juli lalu. Karenanya, ia meminta pemerintah benar-benar memperhatikan keselamatan hutan-hutan, terutama yang berada di kawasan moratorium.

Sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif mengatakan pihaknya mengerahkan satu Pesawat Hercules C-130 dari TNI AU dan satu pesawat Casa 212 verian rain making milik BPPT untuk membuat hujan buatan.

Selain itu pihaknya menggunakan tiga helikopter untuk melakukan survei dan pemadaman dengan teknik pengeboman air dari udara.

Pada Sabtu (22/6), satu helikopter Bolcow BNPB dan 1 helikopter Colibri yang dilengkapi "bambi bucket" telah bersiaga di Lanud TNI AU Roemin Nurjadin Pekanbaru dan mulai melakukan water bombing. (*/gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close