ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 29 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Pemerintah Diminta Antisipasi Kenaikan Harga Beras
Rabu, 1 Februari 2012 | 18:44

JAKARTA - Pemerintah diminta untuk melakukan dua hal untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditas beras yang terus merangkak naik dan dinilai memberatkan masyarakat miskin di Tanah Air.

"Sampai hari ini kenaikan harga beras dibandingkan akhir tahun lalu terus merangkak naik," kata pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori, di Jakarta, Rabu.

Menurut Khudori, kenaikan harga beras medium telah meningkat yaitu dari di bawah Rp 7.000 per kilogram pada akhir tahun 2011 hingga menjadi sekitar Rp 8.000 per kilogram pada awal tahun 2012 ini.

Meski kenaikan harga ini dapat disebut sebagai siklus tahunan karena pada awal tahun ini biasanya memasuki masa-masa paceklik hingga panen raya yang biasanya mulai dilakukan pada akhir Maret, tetapi bila kenaikan harga terus merambat naik maka hal tersebut seharusnya segera diantisipasi oleh pemerintah.

Ia memaparkan, langkah pertama yang seharusnya dilakukan pemerintah adalah segera mempercepat operasi pasar ke berbagai daerah yang menurut pendataan memiliki tingkat kenaikan harga beras yang tinggi dibandingkan dengan berbagai daerah lainnya.

Khudori mengkritik langkah operasi pasar yang selama ini dilakukan pemerintah yang dilakukan di pasar-pasar karena hal tersebut dinilai dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak seperti tengkulak dan pedagang lainnya sehingga tidak tepat sasaran.

Seharusnya, masih menurut dia, operasi pasar dilakukan di berbagai daerah yang memang dikenal sebagai sentra atau kantong-kantong kemiskinan sehingga memang mereka yang mendapatkan manfaat dari operasi pasar adalah mereka yang benar-benar berhak menerimanya.

Sedangkan langkah kedua dalam mengantisipasi kenaikan harga beras adalah pemerintah harus segera menyalurkan beras miskin (raskin).

Hal tersebut, lanjutnya, adalah karena bagi masyarakat miskin, maka sekitar 60 - 70 persen pendapatan mereka rata-rata dihabiskan untuk kebutuhan bahan pangan.

Sebagaimana diberitakan, Badan Pusat Statisitik mencatat laju inflasi pada Januari 2012 mencapai 0,76 persen yang disebabkan oleh kenaikan harga beras. (tk/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!