ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Pembangunan Tol Benoa-Nusa Dua Bali Terealisasi 92 Persen
Selasa, 30 April 2013 | 14:42

Foto udara kontruksi pengerjaan pembangunan jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa di permukaan laut Bali, 2 April 2013.  Tol yang menghubungkan kawasan Nusa Dua, Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa itu selesai pada Juli 2013. Foto: Investor daily/ ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/pd/13. Foto udara kontruksi pengerjaan pembangunan jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa di permukaan laut Bali, 2 April 2013. Tol yang menghubungkan kawasan Nusa Dua, Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa itu selesai pada Juli 2013. Foto: Investor daily/ ANTARA/Widodo S. Jusuf/Koz/pd/13.

DENPASAR-Pembangunan proyek tol di atas perairan ruas Benoa-Nusa Dua, Bali, hingga saat ini terealisasi sekitar 92 persen.

"Untuk pengerjaan fisik proyek telah rampung 92 persen. Hanya di paket tiga yang masih belum tersambung," kata Direktur Teknik dan operasional PT Jasamarga Tol Bali Wiwin Kwintadi Suprapto di Denpasar, Selasa (30/4).

Ia yakin dengan pengerjaan selama 24 jam dengan melibatkan sekitar 2.000 lebih pekerja bangunan, jalan tol pertama kalinya di Bali itu sudah bisa diuji coba pada Juni 2013.

"Secara umum kami tidak menemui kendala. Hanya saja sempat terhenti karena terkendala cuaca," katanya.

Proyek yang melibatkan enam BUMN dengan anggaran dana hingga Rp1,7 miliar terus dikebut pengerjaannya dan dipastikan sudah beroperasi sebelum KTT APEC di Nusa Dua, Kabupaten Badung, pada bulan Oktober 2013.

"Kini tinggal beberapa titik jalan yang belum tersambung. Demikian juga pengaspalan jalan masih menunggu umur beton sampai benar-benar siap," kata Wiwin yang didampingi General Manager PT Pelindo III Benoa Iwan Sabatini.

Proyek tersebut hampir 90 persen berdiri di atas perairan yang dengan pola tiang pancang ponton.

Terkait dampak lingkungan yang diakibatkan mega proyek itu, Wiwin memastikan bahwa proyek tersebut tidak merusak lingkungan sebab penggalian dan pengurukan yang dilakukan dengan metode "limestone".

"Itu terbukti banyak tumbuh bakau liar, banyak orang memancing dan burung tetap banyak mencari ikan di sekitarnya. Saya yakinkan bahwa manfaat jalan tol ini sangat besar dan kerusakan lingkungan bisa dikatakan nol," katanya.

Wiwin lebih lanjut menambahkan bahwa jalan sepanjang 16,4 kilometer dan lebar 14 meter itu sesuai rencana awal telah disiapkan dana hingga Rp1,7 triliun, dan untuk sementara kontraknya sebesar Rp1,5 triliun.

Jalan tol itu bisa dilalui kendaran roda empat atau lebih. Namun juga sudah disiapkan lajur untuk kendaraan roda dua.

"Rencana biaya untuk sepeda motor masuk jalan tol sebesar Rp4 ribu dan roda empat Rp10 ribu. Untuk kendaraan bus ke atas tarifnya masih sedang dibahas," katanya.(*/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!