ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 28 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Pembangunan Bandara Barito Utara Ditargetkan Selesai 2013
Selasa, 28 Juni 2011 | 13:12

MUARA TEWEH- Pembangunan bandara baru di Desa Trinsing, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, ditargetkan selesai pada tahun 2013.

"Tahun 2011 memasuki pembangunan tahap III dengan kegiatan pembenahan akhir untuk kawasan taksi, apron dan drainase," kata Bupati Barito Utara Achmad Yuliansyah kepada Antara di Muara Teweh, Selasa (28/6).

Menurut Yuliansyah, bandara baru yang sedang dibangun itu berada di lahan seluas 180 hektare dan memiliki panjang landasan 2.250 meter dan lebar "run way" 30 meter.

Bandara baru ini menggantikan bandara lama, Bandara Beringin Muara Teweh yang tidak bisa dikembangkan lagi, nantinya bakal bisa disinggahi pesawat berbadan besar, seperti Fokker dan Boeing.

"Untuk tahun ini kami mendapat bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp10 miliar lebih untuk menyelesaikan pembangunan bandara tersebut yang ditargetkan selesai 2013 nanti," katanya.

Dia mengakui, tahapan pembangunan landasan pacu yang dilakukan tahun 2010 mengalami kendala cuaca, karena tingkat curah hujan pada pada beberapa bulan mendekati akhir tahun relatif tinggi sehingga menganggu pekerjaan.

Namun pihaknya tetap berharap pembangunan bandara baru ini dibangun selain untuk penerbangan umum, juga akan dijadikan bandara pendukung pertahanan militer wilayah Kalimantan ditargetkan selesai tahun depan.

"Meski pekerjaan mengalami kendala cuaca, namun kita harapkan pembangunan bandara selesai tepat waktu dan tahun depan diharapkan mendapat kucuran dana yang lebih besar," katanya.

Bupati Barito Utara Achmad Yuliansyah mengatakan pada tahun ini penyelesaian pembangunan bandara tersebut dialokasikan selain bantuan pemerintah pusat juga dari APBD kabupaten.

Kegiatan itu diantaranya pembangunan fisik dan pengembangan kawasan keselamatan operasional penerbangan (KKOP) dan perubahan gambar dasar (master plan) sebesar Rp1,5 miliar dari APBD kabupaten, katanya.

Pada tahun 2010, kata dia, pihaknya telah mengalokasikan dana sebesar Rp5 miliar melalui APBD kabupaten ditambah bantuan pemerintah pusat sebesar Rp48,7 miliar.

Sementara 2009, kata dia, pemerintah di kabupaten pedalaman Sungai Barito ini telah menganggarkan dana sebesar Rp9 miliar ditambah Rp7 miliar melalui perubahan APBD serta bantuan pemerintah pusat sebesar Rp49 miliar.

Bandara baru ini dibangun selain untuk penerbangan umum, juga akan dijadikan bandara pendukung pertahanan militer wilayah Kalimantan.

"Selain menjadi bandara komersial, pembangunan lapangan terbang ini nantinya akan menjadi markas pendukung pesawat TNI AU," katanya. (ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!