ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

PBB Peringatkan Gbagbo Tidak Serang Pasukan Perdamaian
Jumat, 31 Desember 2010 | 13:39

ABIDJAN -  PBB memberikan peringatan keras kepada orang kuat Pantai Gading Laurent Gbagbo, Kamis agar tidak menyerang hotel tempat pasukan perdamaian PBB melindungi pemerintah bayangan Alassane Ouattara.

Sekjen PBB Ban Ki-Moon memperingatkan bahwa pasukan PBB akan melawan setiap serangan, yang ia katakan dapat memicu perang saudara di negara Afrika Barat itu, setelah pendukung Gbagbo berikrar akan menyerbu pangkalan pesaingnya itu.

Dalam satu pernyataan, Ban mengatakan pasukan PBB UNOCI akan "menggunakan segala cara yang mungkin untuk melindungi personilnya, serta para pejabat pemerintah dan warga sipil lainnya di kompleks hotel ini."

Juga di New York, utusan PBB untuk pencegahan genosida, Francis Deng, mengatakan laporan-laporan bahwa rumah-rumah para penentang Gbagbo di Abidjan "telah diberi tanda identitas etnik mereka adalah satu tindakan yang sangat mencemaskan."

"Jendral Jalanan" Gbagbo, Menteri Pemuda Charles Ble Goude, Rabu mendesak para pemuda bergerak setelah Tahun Baru untuk merebut markas besar Ouattara di kompleks Hotel Golf.

"Mulai 1 Januari, Saya, Charles Ble Goude dan para pemuda Pantai Gading akan membebaskan Hotel Golf dengan tangan-tangan kosong kami," kata politikus yang menjadi menteri itu Rabu, dihadapan massa pendukung garis keras.

Imbauan itu muncul saat komandan pasukan perdamaian PBB menuduh media pemerintah Gbagbo" menghasut kebencian" terhadap pasukan PBB dan ketika para pemimpin Afrika Barat berjanji akan mencoba lagi untuk merundingkan satu penyelesaian damai krisis itu.

"Ini adalah hanya provokasi terbaru dari kelompok Gbagbo," kata juru bicara Ouattara Anne Ouluto kepada AFP melalui telepon dari hotel itu, tempat pemimpin Pantai Gading yang diakui internasional itu terkurung.

"Itu adalah dalih palsu untuk menyerang pasukan PBB dan menciptakan insiden," kata nya mengenai pernyataan Ble Goude.

Lokasi hotel itu dijaga satu kontingen kecil dari bekas pemberontak bersenjata ringan yang dikenal dengan nama "Kekuatan Baru" dan 800 tentara PBB dengan kendaraan-kendaraan lapis baja dan helikopter.

Lokasi itu dikepung oleh tentara reguler bersenjata lengkap yang pro Gbagbo, Pasukan Pertahanan dan Keamanan Pantai gading (FDS), dan kelompok Ouattara lebih mengkhawatirkan tentang ancaman Ble Goude untuk mengerahkan ribuan pemuda tidak bersenjata menyerbu hotel tersebut.

Ouloto menyatakan bahwa Ble Goude bertujuan "untuk mengulang kembali skenario 2004" ketika para pendukungnya "Patriot Muda" menyerbu sebuah hotel yang dijaga pasukan Prancis dan memicu bentrokan yang menewaskan sedikitnya 50 pengunjuk rasa.

"Mereka tahu bahwa PBB tidak memiliki pilihan kecuali melindungi presiden itu dan melindungi kemenangan pemilihan presiden , jadi itu adalah provokasi. Itu adaah satu dalih untuk menciptakan insiden," kata Ouluto.

Kelompok Outtara khawatir Gbagbo berencana melakukan pembunuhan berskala luas terhadap para penentangnya demi mempertahankan kekuasaan dan ia ingin merusak reputasi pasukan PBB dengan memaksa mereka menggunakan pasukan tempur mereka.

Gbagbo menegaskan bawha ia adalah pemimpin sah Pantai Gading, dan menuduh Prancis, Amerika Serikat dan misi pasukan perdamaian PBB UNOCI bersekongkol dengan Ouattara untuk memalsukan hasil-hasil pemilihan itu.

Gbagbo, Kamis memperingatkan ia tidak tidak akan melepaskan kekuasaan secara sukarela dan mengatakan tekanan internasional terhadapnya untuk mengundurkan diri dapat mendorong negara itu ke perang saudara.

Para pendukung seperti Ble Goude mencap Hiotel Golf pangkalan pemberontak dan pasukan FDS dan para pemrotes sipil mulai mengganggu patroli-patroli PBB di Abidjan, yang berada dalam kekuasan ketat pasukan Gbagbo.

Gbago maupun Ouatrara mengakui menang dalam pemilihan presiden Pantai Gading bulan lalu , tetapi hanya Ouattara yang diakui sebagai presiden oleh masyarakat dunia termasuk kelompok regional ECOWAS dan PBB. (ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close