ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 17 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Ombak Tinggi Mengancam Beberapa Perairan Laut di Indonesia
Kamis, 13 Januari 2011 | 12:22

KENDARI-Nelayan dan nahkoda kapal yang melintas Perairan Laut Banda perlu waspada karena ketinggian gelombang diprediksi mencapai 6,0 meter.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari Addi Setiadi di Kendari, Kamis, mengatakan, kecepatan angin di Laut Banda yang akan bertiup dari arah barat ke barat laut diprakirakan mencapai antara 13-37 kilometer/jam.

Selain perairan Laut Banda, juga cuaca tidak bersahabat diramalkan terjadi di Perairan Masilina Doang Doang dengan ketinggian gelombang diprediksi 5,5 meter dengan kecepatan angin yang akan bertiup dari arah barat ke barat laut antara 12-35 kilometer/jam.

Cuaca dengan gelombang setinggi 5,0 meter juga diprakirakan terjadi di Perairan Sabalana Selayar dan Perairan Tukang Besi Kabupaten Wakatobi dengan kecepatan angin yang akan bertiup dari arah barat ke barat laut antara 9-29 kilometer/jam

Sedangkan, ketinggian gelombang laut di Perairan Majene Paotere dan Laut Maluku bagian Selatan diramalkan 4,0 meter.

Kecepatan angin di Perairan Majene Paotere yang akan bertiup dari arah barat ke utara antara 7-28 kilometer/jam dan kecepatan angin di perairan Laut Maluku bagian Selatan yang akan bertiup dari arah barat daya ke barat laut antara 7-28 kilometer/jam.

Cuaca di Perairan Pantai Balikpapan Tanah Grogot dan Selat Makassar jangan diremehkan karena ketinggian gelombang diperkirakan 3,5 miter.

Kecepatan angin di Perairan Pantai Balikpapan Tanah Grogot yang variabel sekitar 7-25 kilometer/jam dan kecepatan angin di Selat Makassar yang akan bertiup dari timur ke selatan diperkirakan 8-27 kilometer/jam.

BMKG juga memprakirakan kondisi cuaca dengan gelombang setinggi 3,0 meter akan terjadi di Laut Seram dengan kecepatan angin yang akan bertiup dari barat ke utara antara 6-25 kilometer/jam.

Sementara ketinggian gelombang di Perairan Donggala Mamuju diperkirakan mencapai 2,5 mter dengan kecepatan angin yang akan bertiup dari arah tenggara ke barat daya antara 6-22 kilometer/jam.

Prakiraan Stasiun Meteorologi Maritim Kendari berlaku selama 2 X 24 jam mulai tanggal 13 sampai 14 Januari 2011.


Sementara itu  Kapal Manila milik PT Dharma Lautan Utama belum beroperasi melayani lintasan Kalianget, Sumenep, Madura-Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, Kamis, akibat cuaca laut masih buruk.

Kapal tersebut sudah tidak beroperasi akibat cuaca laut buruk sejak Senin (10/1), dan semula manajemen PT DLU (Dharma Lautan Utama) berencana mulai mengoperasikan kapal pada Kamis ini.

"Kondisi cuaca laut pada Kamis ini ternyata masih buruk. Sehingga, kami memutuskan tidak memberangkatkan kapal untuk melayani lintasan Kalianget-Jangkar sebagaimana mestinya," kata Kepala PT DLU Cabang Kalianget, Wiweko Agung Wicaksono di Sumenep.

Kapal Manila melayani lintasan Kalianget-Jangkar setiap hari dengan jam pemberangkatan kapal dari Pelabuhan Kalianget pada pukul 08.00 WIB.

"Sesuai perkiraan cuaca dari Stasiun Meteorologi Maritim Perak Surabaya, kondisi cuaca laut masih buruk hingga beberapa hari ke depan. Kami akan menunggu cuaca laut kondusif untuk mengoperasikan kapal," ujarnya, menerangkan.

Ia mengatakan, ketinggian ombak di Selat Madura yang merupakan jalur Kapal Manila diperkirakan 2,5 meter dan itu dinilai membahayakan aktivitas pelayaran.

"Kapal kami memang belum beroperasi. Namun, staf kami utamanya di bagian pelayanan tetap disiagakan di kantor untuk memberitahukan kondisi cuaca laut yang masih buruk kepada calon penumpang yang selalu bertanya tentang kepastian pemberangkatan kapal kami," paparnya.

Sejak Rabu (12/1), kata dia, sejumlah calon penumpang memang menghubungi stafnya melalui telepon di kantornya yang ingin menanyakan kepastian pemberangkatan kapal.

"Kami punya komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada calon penumpang kapal kami. Untuk sementara, kami hanya bisa meminta maaf kepada para calon penumpang yang selalu menanyakan kepastian pemberangkatan Kapal Manila. Kami tidak mungkin memaksakan kapal beroperasi, jika cuaca laut buruk," ucap Wiweko, menegaskan.

Pimpinan Kantor Administrator Pelabuhan (Adpel) Kalianget mengeluarkan imbauan larangan berlayar bagi kapal penumpang hingga hari Sabtu (15/1) akibat cuaca laut masih buruk.

"Imbauan larangan berlayar yang kami keluarkan itu, utamanya bagi kapal penumpang yang akan ke Raas, Kangean, dan Masalembu. Namun, secara umum, kondisi cuaca laut di perairan di luar Raas, Kangean, dan Masalembu, juga masih buruk," kata Kepala Kantor Adpel Kalianget, JA Turmanto. (ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close