Nissan Bantah Bohong Soal Spesifikasi Juke
Minggu, 12 Agustus 2012 | 5:02
Nissan Juke Diduga Cacat Produksi
JAKARTA-Pihak
Nissan Motor Indonesia (NMI) membantah tudingan ayahanda almarhumah Olivia
Dewi, Soerijo Gondo Setiawan terkait tuduhan kebohongan tentang spesifikasi Nissan
Juke.
"Tudingan (Nissan) telah berbohong, sama sekali tidak berdasarkan data
teknis dan legalitas," kata Vice President Director NMI Teddy Irawan
melalui keterangan pers di Jakarta, Sabtu.
Teddy beralasan Nissan Juke yang diproduksi dan dipasarkan di Indonesia, hanya
tipe HR15DE dengan silinder 1500 cc (cubical centimetre), bukan tipe MR16DDT
1600 cc. Menurut
Teddy, Nissan Juke HR15DE 1500 cc yang dijual di Indonesia, sudah terlebih
dahulu melalui uji tipe kendaraan serta memiliki legalitas (dokumen legal) dari
otoritas pemerintah terkait.
Sedangkan, program kampanye penyempurnaan (recall) terhadap Nissan Juke MR16DDT
1600 cc, atas rekomendasi Lembaga
Keselamatan Lalu Lintas dan Transportasi Amerika Serikat atau "National
Highway Traffic Safety Administration" (NHTSA), memiliki perbedaan
spesifikasi dengan Nissan Juke tipe HR15DE 1500 cc.
"Kendaraan yang di recall itu, Nissan Juke tipe mesin MR16DDT silinder
1600 cc, yang tidak diproduksi dan dipasarkan di Indonesia," ujar Teddy.
Sehingga tipe Nissan Juke HR15DE 1500 cc yang mengalami kecelakaan tunggal dan
menewaskan pengemudi Olivia Dewi, tidak menjadi objek produk (Nissan Juke) yang
dikenakan recall.
Faktor program recall terhadap Nissan Juke MR16DDT 1600 cc yang dilakukan
Nissan Motor Company, sesuai rekomendasi NHTSA, diakibatkan ketidaksempurnaan
komponen "fuel rail pressure sensor" yang digunakan dalam sistem
"engine direct fuel injection" bertekanan tinggi.
Sementara Nissan Juke HR15DE 1500 cc yang dijual di Indonesia, tidak
menggunakan komponen fuel rail pressure sensor serta system direct fuel
injection. "Artinya, tidak ada recall terhadap Nissan Juke HR15DE 1500 cc
yang dipasarkan di Indonesia," tutur Teddy seraya menegaskan, pihak NMI
sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Nissan, sama sekali tidak pernah
menutupi spesifikasi maupun melakukan kebohongan atas program recall Nissan
Juke.
Apalagi program kampanye penyempurnaan yang dikenal dengan istilah recall,
merupakan hal lumrah dan selalu dilakukan dengan transparan, dalam industri
otomotif di manapun.
Karena menyangkut keselamatan pengguna kendaraan (konsumen), sekaligus
pertarungan reputasi atau kredibillitas produsen otomotif itu sendiri.
Adapun perbedaan informasi antara manual book Nissan Juke dengan data dokumen resmi, seperti Buku Pemilik
Kendaraan Bermotor (BPKB) yang dikeluarkan pihak kepolisian, dijadikan alasan
pihak orangtua Olivia adanya dugaan kebohongan dari pihak Nissan Motor
Indonesia.
Pihak Nissan Motor Indonesia menyatakan alasan tersebut tidak benar, sebab buku
manual bersifat informasi panduan praktis terhadap fitur dan metode perawatan
kendaraan yang berlaku umum secara global.
Sebelumnya, terjadi kecelakaan tunggal hingga membakar kendaraan Nissan Juke
yang menewaskan pengemudi Olivia Dewi di sekitar Jalan Sudirman, Jakarta Pusat,
10 Maret 2012.
Selanjutnya, orangtua korban, Soerijo Gondo Setiawan menduga adanya kebohongan
dari pihak NMI, menyangkut perbedaaan spesifikasi antara buku panduan dengan
dokumen resmi, seperti Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan buku panduan
kendaraan.
Keluarga Olivia melaporkan NMI dan PT Indomobil kepada Polda Metro Jaya, dengan
tuduhan melanggar Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang
meninggal dunia.
Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi
Rikwanto mengungkapkan penyidik memerlukan waktu yang cukup lama untuk
menelusuri tuduhan adanya dugaan kelalaian produksi.
"Pembahasan kasus ini harus sangat detil dan teknis karena harus diketahui
jika tabrakan sebesar apa akan menyebabkan dampak kerusakan berapa
persen," ujar Rikwanto. (ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Ahmad Zacky dan Darin Mumtazah Mangkir dari Panggilan KPK
AS Yakin Indonesia Aman dari Krisis
OJK Upayakan Persingkat Proses IPO
Hatta: Perekonomian Indonesia Masuk 15 Terkuat Dunia
China Rencanakan Bangun Kawasan Industri di Luar Jawa
Krakatau Steel Bangun Pabrik Baja KHI
ABDUL HADI, Terapkan Tiga Kunci Sukses