ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

MPR Gandeng PGRI Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan
Senin, 12 September 2011 | 8:28

JAKARTA- Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) bekerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, mengadakan sosialisasi Empat Pilar Wawasan Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Menurut keterangan pers yang disampaikan di Jakarta, Minggu (11/9), para guru sebagai tenaga pendidik dan bagian dari komponen bangsa mempunyai kewajiban untuk memasyarakatkan empat pilar ini kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda.

Acara yang digelar di Kendari itu dihadiri sejumlah anggota MPR, antara lain Zainut Tauhid Sa`adi (Fraksi PPP), Chairunnisa (Fraksi Partai Golkar), Ruhut Sitompul (Fraksi Partai Demokrat) dan Arief Budiman (Fraksi PDIP) bersama dengan seluruh pengurus PGRI dan Guru Se-Kabupaten Konawe.

Ketua Rombongan MPR Zainut Tauhid Sa`adi menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini adalah hasil kesepakatan MPR dengan pengurus PGRI yang digelar rutin tiap tahun dengan tujuan meningkatkan kualitas di bidang pendidikan dalam memperkokoh NKRI, para pendidik juga dituntut untuk lebih mencerdaskan kehidupan bangsa dengan harapan akan tumbuh kesadaran berbudi luhur dalam diri siswanya.

Kekecewaan muncul dari para wakil rakyat ini, lantaran tidak hadirnya para pejabat daerah. Ketidakhadiran ini dinilai sebagai bentuk ketidakseriusan pimpinan daerah terhadap pentingnya wawasan kebangsaan dan ideologi bangsa.

"Ini bentuk pengabaian, bila pimpinannya tidak peduli bagaimana memimpin masyarakatnya," katanya.

Ketua MPR Taufiq Kiemas dalam sambutan tertulis yang disampaikan Zainut memaparkan bahwa pimpinan Majelis berdasarkan ketentuan Pasal 15 Ayat (1) huruf (e) Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 diamanatkan untuk mengoordinasikan anggota MPR memasyarakatkan empat pilar bangsa.

"Kegiatan memasyarakatkan pilar utama negara, bukan hal yang sederhana dan mudah dan bukan pula hanya tugas negara dan pemerintah, tetapi tugas dan kewajiban kita semua sebagai warga negara," katanya.

Para guru sebagai tenaga pendidik yang memiliki peranan sangat besar tidak hanya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga melahirkan generasi penerus dalam pembangunan, baik masa kini maupun yang akan datang. (ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!