ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Mobil ‘Menumpuk’ di Jakarta
Oleh Bani Saksono dan Abdul Aziz | Sabtu, 15 September 2012 | 23:49

JAKARTA – Kemacetan lalu lintas di DKI Jakarta tak lepas dari penjualan mobil dan sepeda motor yang masih terkonsentrasi di Jakarta. Setiap hari, Jakarta kebanjiran 1.130 unit kendaraan baru, terdiri atas 240 mobil dan 890 sepeda motor. Dari total jumlah mobil yang beredar di Indonesia, 29% di antaranya ada di Ibu Kota Negara, sedangkan sepeda motor sekitar 14%.

Selama mobil dan sepeda motor masih menumpuk di Jakarta, kamacetan akan sulit terurai. Sebab, area jalan di Jakarta saat ini hanya 6,2% dari total wilayah daratan Ibu Kota Negara. Pembangunan infrastruktur angkutan umum massal —seperti mass rapid transit (MRT), dan busway, jembatan layang, tol, dan rel kereta api— sulit memberikan hasil optimal jika jumlah kendaraan pribadi tidak dibatasi.

Demikian pandangan yang dikemukakan pakar ekonomi perkotaan dan SDM Payaman Simanjuntak, pengamat transportasi publik Danang Parikesit, Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas, dan Direktur Unit Pengelola (UP) Transjakarta Busway Muhamad Akbar kepada Investor Daily secara terpisah di Jakarta, Jumat (14/9). Namun, para narasumber mengingatkan, pembatasan hanya boleh dilakukan jika infrastruktur dan sistem transportasi umum sudah tersedia. “Ada alternatif dulu, baru boleh diberlakukan kebijakan pembatasan kendaraan pribadi,” kata Payaman Simanjuntak.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), dan Korps Lantas Polri menyebutkan, jumlah mobil di Jabodetabek tahun lalu mencapai 2,54 juta unit, sepeda motor 9,9 juta unit, dan angkutan umum 950 ribu unit. Sedangkan jumlah mobil secara nasional 8,74 juta unit dan sepeda motor 69,1 juta unit. Jakar ta memiliki jaringan jalan sepanjang 7.650 km dengan area jalan 40,1 km2 atau 6,2% dari luas Jakarta.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi digital di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!