ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 20 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

'Minim, Dampak Kenaikan Harga BBM terhadap Pertumbuhan'
Jumat, 3 Mei 2013 | 19:20

JAKARTA - Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi terhadap laju pertumbuhan ekonomi dinilai sangat minim.

"Menurut pandangan kami berdasarkan pengalaman pada Maret dan Oktober 2005 dan juga Mei 2008, sebenarnya dampaknya terhadap laju pertumbuhan ekonomi terlihat sangat minim dan bisa jadi dianggap tidak ada dampak sama sekali," kata ekonom dari OCBC Bank Gundy Cahyadi dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (3/5).

Namun, lanjut Gundy, dampak kenaikan harga BBM bersubsidi berbeda terhadap inflasi. Hal itu jika memang pemerintah jadi menaikkan harga BBM bersubsidi ke Rp 6.000 per liter (33 persen lebih tinggi dari harga sekarang).

Menurut dia terdapat kemungkinan yang tinggi kalau tingkat inflasi rata-rata untuk tahun ini mencapai sekitar 6,8 persen, jauh lebih tinggi dari target BI pada kisaran 3,5-5,5 persen.

"Tingkat inflasi bisa jadi akan melejit ke sekitar 8 persen untuk rata-rata di tiga bulan pertama setelah kenaikan ini terjadi," ujar Gundy.

Selanjutnya, hal ini biasanya akan membuat adanya respons dari BI dengan kenaikan suku bunga BI rate, seperti memang juga terjadi tahun 2005 dan 2008.

“Secara teori, ini biasanya mengakibatkan adanya aksi sell-off, terutama di pasar obligasi yang bisa membuat rupiah juga ikut melemah,” tuturnya.

"Walau bagaimanapun, kita juga perlu sadari bahwa pengurangan subsidi BBM ini merupakan satu langkah yang secara fundamental sebenarnya sangat positif untuk Indonesia," kata Gundy.

Dia menambahkan, bukan tidak mungkin rupiah nantinya malah akan menguat cukup signifikan. Apalagi kalau kebijakan ini berhasil untuk membantu posisi current account Indonesia. (tk/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close