Mensos: Bedah Rumah Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Jumat, 29 Juni 2012 | 17:53
Mensos Salim Segaf Al Jufri. Foto: Ist MATARAM - Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri menegaskan program bedah kampung bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan yang mencakup bangunan fisik, pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis, sampai peningkatan keterampilan.
"Saya berharap, saat menata rumah yang dibedah, tetap mengutamakan budaya gotong royong agar ada penghematan dari nilai Rp10 juta/unit rumah yang dibedah," ujarnya saat mencanangkan program bedah kampung ketika meninjau Dusun Kebun Talo, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat.
Pencanangan bedah kampung itu dilakukan Mensos di Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Mataram, guna menghadiri puncak peringatan Hari Keluarga XIX, pada 30 Juni 2012.
Mensos juga menyerahkan secara simbolis bantuan paket bahan makanan kebutuhan pokok, dan bantuan untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni.
Bantuan untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni itu merupakan rangkaian program bedah kampung atau program membangun desa yang kurang layak huni, bersih dan sehat.
Program bedah rumah dari Kementerian Sosial itu, juga ditindaklanjuti dengan program serupa oleh Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Sosial Kependudukan Catatan Sipil.
Pada kesempatan itu, Salim menyempatkan diri meninjau rumah-rumah tidak layak huni di Dusun Kebun Talo itu, sekaligus berdialog dengan pemilik rumah.
Ia mengatakan Dusun Kebun Talo itu layak mendapat bantuan sosial berupa bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni itu, meskipun berada di wilayah perkotaan Mataram.
"Memang berada di wilayah perkotaan Mataram, namun ternyata keluarga miskin di dusun ini cukup banyak yakni 70% dari total sebanyak 135 KK sehingga patut mendapat bantuan, apalagi sebagian masyarakatnya bekerja di bidang pertanian," ujarnya.
Dusun Kebun Talo itu berada di sebelah utara kawasan eks Bandara Selaparang Mataram, yang kehidupan mayoritas masyarakatnya, masih mengeluti usaha pertanian, yakni sawah dan ladang.
Meski berada di wilayah perkotaan, dusun itu baru dua tahun terakhir ini menikmati layanan listrik PLN, sehingga terkesan terpencil dalam wilayah perkotaan. (gor/ant)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
YLKI: KAI Naikkan Tarif Terselubung
OJK Setujui Pengurahan Lot Saham di BEI
Miliki Aset di Lahan Waduk Pluit, Jokowi Tindak Tegas Jakpro
Sritex Tawarkan Saham IPO Rp230-Rp385 Per Saham
Daya Tarik Investasi RI Tetap Tinggi
Tol Sumatera akan Dongkrak Ekonomi Jambi
11:58pm | OJK Setujui Pengurahan Lot Sah...
setuju tu, mantap. investor ecek ecek(investor kali lima) kayak saya, jadi punya kesempatan beli saham bca, mandiri, dll