ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Menhan: 2014, Kekuatan Alutsista TNI AU Capai 40%
Senin, 17 September 2012 | 15:03

Beberapa pilot dan kru pesawat Super Tucano asal Brasil berjalan di depan pesawat tempur taktis tersebut setibanya di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu (1/9). TNI AU membeli empat pesawat Super Tucano dari pemerintah Brasil, yang akan memperkuat Skadron Udara 21 Lanud Abdulrahman Saleh, Malang. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA Beberapa pilot dan kru pesawat Super Tucano asal Brasil berjalan di depan pesawat tempur taktis tersebut setibanya di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu (1/9). TNI AU membeli empat pesawat Super Tucano dari pemerintah Brasil, yang akan memperkuat Skadron Udara 21 Lanud Abdulrahman Saleh, Malang. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

MALANG - Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro meyakini kekuatan alat utama sistem senjata (Alutsista) TNI Angkatan Udara (AU) hingga semester I 2014 mendatang dalam rangka kekuatan pokok minimum (Minimum Esensial Force/MEF) akan mencapai 40%.

"Hadirnya pesawat tempur F-16, pesawat angkut dan pesawat tempur lainnya akan mempercepat dan menambah prosentasi kekuatan pertahanan kita, khususnya TNI AU," katanya dalam sambutan di acara Penyerahan Empat Pesawat Super Tucano EMB-314 dari Embraer Brasil kepada Kementerian Pertahanan, di Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur, Senin.

Terlebih, lanjut Menhan, TNI AU telah menerima empat unit pesawat tempur taktis Super Tucano. Diharapkan pada 2014 nanti 14 jenis alutsista akan menambah kekuatan TNI AU, seperti pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter, pesawat latih, pesawat intai dan pesawat tempur lainnya.

"Saat ini TNI AU telah menerima empat unit pesawat Super Tucano. Pada Januari 2013 akan datang kembali empat unit. Diharapkan pada akhir 2013 atau awal 2014 akan tiba delapan unit lagi, sehingga tercapai satu skadron atau 16 unit," katanya.

Pesawat tempur itu akan menggantikan pesawat OV-10 Bronco yang tidak digunakan lagi sejak 2007. Pesawat ini akan ditempatkan di Skadron Udara 21 Lanud Abdulrahman Saleh, Malang.

Menurut dia, hingga 2014 mendatang pada akhir masa kabinet ini, diperkirakan ada sekitar 45 alutsista bergerak, baik untuk TNI AU, TNI Angkatan Laut maupun TNI Angkatan Darat. "Sebanyak 45 alutsista bergerak ini termasuk pesawat tempur maupun angkut, yang tiba di Indonesia," ujarnya. (ant/gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close