ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 23 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Mendag Harapkan Mahasiswa Membuat Produk Inovatif
Senin, 29 April 2013 | 14:23

BANDUNG- Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan menantang para mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk membuat sebuah produk inovatif, bukan produk yang dihasilkan dari keringat.

"Saya yakin anak-anak ITB punya prospek untuk membuatkan hasil inovatif di Indonesia," kata Gita Wirjawan, saat menjadi pembicara pada kuliah umum bertemakan "Teknologi, Demokrasi dan Perlindungan Konsumen", di Aula Barat ITB, Bandung, Senin.

Menurut Gita, di abad 21 ini masyarakat dunia membutuhkan sebuah produk inovatif bukan produk yang dihasilkan dari keringat.

"Di sini adakah yang tahu berapa biaya untuk satu produksi iphone? Ternyata biayanya itu kurang lebih hanya US$10. Biaya manufaktur yang digelontor di Tiongkok kurang lebih US$10, tapi di toko jadi US$400, yang US$390-nya itu adalah inovasi bukan keringat," kata dia.

Mendag menambahkan, dengan inovasi bukan tidak mungkin sebuah negara akan semakin terangkat di lantai pasar modal. "Selain itu, dengan inovasi bukan tidak mungkin negara atau bangsa kita akan semakin bergengsi di area internasional," katanya.

D3 Metrologi
Sebelumnya dilakukan penandatangan piagam kerja sama pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang sumber daya manusia (SDM) perdagangan antara Sekretaris Jenderal Kemendag Gunaryo dengan Rektor ITB Akhmaloka.

Dalam piagam tersebut dijelaskan bahwa ITB dipercaya oleh Kementerian Perdagangan untuk menyelenggarakan pendidikan Diploma 3 Akademi Metrologi sebanyak tiga angkatan yang terdiri dari 150 mahasiswa dan beberapa bagian dari proses belajarnya akan dilaksanakan di Balai Pendidikan dan Pelatihan Kemetrologian Bandung.

Mendag yang menyaksikan penandatangan tersebut berharap dengan berdirinya Akademi Metrologi ini Kemendag dapat memenuhi kebutuhan SDM kemetrologian secara mandiri, baik di tingkat pusat ataupun daerah. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close