ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 23 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Menag Harapkan Muslimat NU Jadi Pagar Bangsa
Selasa, 19 Juni 2012 | 14:14

JAKARTA- Menteri Agama Suryadharma Ali berharap Muslimat Nahdlatul Ulama (NU)  menjadi pagar bagi bangsa, karena kiprahnya di tengah masyarakat telah membuktikan sebagai organisasi terbesar dengan segala kontribusinya di berbagai bidang kemasyarakatan, seperti pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan umat.

"Saya berharap, ke depan, peran tersebut ditingkatkan dan menjadi pagar bangsa guna melahirkan generasi berkualitas," kata Menag Suryadharma Ali pada Harlah Muslimat NU ke-66 di Istora Senayan Jakarta, Selasa.

Pada acara tersebut Menteri Perumahan, yang juga Ketua PWNU DKI Jakata, H Djan Faridz hadir dan ikut memberikan sambutan. Tampak hadir pula Ketua PP Muslimat NU Hj Khofifah Indarparawansa, Ketua Umum PBNU KH Said Siradj, dan Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj Hizbiyah Rohim. Acara itu juga diisi hiburan oleh penyanyi religi Opick.

Kiprah Muslimat NU sudah terbukti di berbagai bidang. Namun di era keterbukaan dewasa ini, diharapkan lebih pesat lagi mengingat tantangannya juga tidak kalah hebat.

Menag menyebut bahwa kasus narkoba, meski tokoh dan pabriknya sudah digerebek, kasusnya tak kunjung surut. Demikian pula kebebasan di kalangan remaja sudah sedemikian memprihatinkan yang berujung pada penurunan ahlak.

“Karena itu, diharapkan Muslimat NU meningkatkan peran majelis taklim dengan menyertakan kalangan anak muda. Supaya ada regenerasi,” kata Suryadharma Ali.

Muslimat NU, lanjut Menag, harus berada di barisan terdepan untuk menjadi pagar dari merosotnya ahlak. “Islam telah mengajarkan untuk hidup damai, menjauhi diskriminasi. Damai dalam persaudaraan seagama, sesama manusia dan bangsa,” katanya menambahkan.

Sebelumnya, ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta, Hj Hizbiyah Rochim MA mengatakan, menyambut Harlah Muslimat NU ke-66 pihaknya telah melakukan serangkaian kegiatan seperti pekan pengobatan gratis, lomba qosidah, gebyar kreasi PAUD dan santuan yatim. Puncak Harlah itu sendiri diikuti 17 ribu muslimat se Jabodeabek, termasuk dari Cirebon, Gresik dan Sidoarjo.

Kedatangan anggota mejelis pengajian perempuan dari berbagai sudut ibu kota ke Istora Senayan, Jakarta, sudah terlihat sejak pukul 08.00 WIB. Mereka dengan mengenakan busana muslim berwarna putih, hijau dan warna lainnya datang ke lokasi menggunakan angkot, mikrolet, bus kopaja dan bus "feeder transjakarta".

Semantara di dalam Istora, lagu kosidah terus berkumandang. Panitia sengaja menyemarakkan suasana dengan suasana seperti juga pada kegiatan pengajian majelis taklim ibu-ibu di seputar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close