ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Masyarakat Maluku Tagih Janji PI Blok Masela
Sabtu, 23 Maret 2013 | 7:54

AMBON- Anggota komisi A DPRD Maluku, Sudarmo bin Yasin mengatakan, rakyat harus menuntut pemerintah pusat terkait janji memberikan hak penyertaan modal atau Participating Interest (PI) 10 persen dalam pengelolaan bolk migas abadi Masela.

"Kelihatannya perjuangan pemerintah daerah selama ini belum membuahkan hasil atau tidak ada tanda-tanda positif, bahkan pihak Inpex sendiri mengatakan persentase penanaman modal untuk mengelola migas di blok Masela tidak mencantumkan keikutsertaan Maluku sebagai daerah penghasil," kata Sudarmo di Ambon, Jumat.

Kepastian Maluku tidak mendapatkan PI 10 persen itu diketahui setelah adanya kegiatan sosialisasi Inpex ke masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) kalau perusahaan asal Jepang ini bakal mengexploitasi tambang migas abadi di Masela 2016 dengan kepemilikan saham 60 persen, Shell 30 persen dan PT Energi Mega Persada 10 persen.

Sudarmo mengatakan, kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan karena tingkat kemakmuran rakyat Maluku secara nasional masih berada di peringkat paling rendah sehingga perlu ada reaksi masyarakat untuk menuntut janji pemerintah pusat.

Apalagi kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhyono ke Maluku beberapa waktu lalu saat meresmikan tugu pahlawan nasional asal Maluku, DR. Johanes Leimena telah menyatakan secara tegas kalau rakyat Maluku berhak atas PI 10 persen pengelolaan blok migas Masela," kata Sudarmo yang juga anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera asal daerah pemilihan Provinsi Maluku ini.

Sayangnya meski sudah dilakukan pergantian para menteri dalam jajaran Kabinet Indonesia Bersatu termasuk Menteri ESDM, ternyata rencana persetujuan PI 10 persen untuk daerah penghasil belum juga terealisasi sampai sekarang.

Sudarmo minta seluruh komponen masyarakat Maluku untuk bersatu ikut memperjuangkan hak penyertaan modal dalam pengelolaan minyak dan gas alam cair di Blok Masela yang rencananya mulai beroperasi taun 2016.

"Perlu ada reaksi keras dan tegas dari seluruh warga agar hak Maluku sebagai provinsi penghasil ditak dikebiri dan upaya meningkatkan kesejahteraan eknomi rakyat bisa didongkrak," katanya.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close