ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 16 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Martha Tilaar Raih Anugerah Rekayasa Bidang Kesehatan
Jumat, 21 September 2012 | 10:38

JAKARTA-Pengusaha Martha Tilaar sekaligus pendiri dan Presiden Direktur Martha Tilaar Group mendapat anugerah gelar Perekayasa Utama Kehormatan (PUK) 2012 bidang Kesehatan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

"Saya sangat bangga dengan anugerah tersebut," kata Martha di Jakarta, Kamis  (20/9).

Ia menjelaskan, tim Majelis Perekayasa Nasional menilai dirinya mencerminkan esensi kegiatan seorang perekayasa yang dibuktikan dari berbagai prestasi.

Dia juga dinilai telah berupaya mendorong riset, pengembangan, dan inovasi produk nasional, yang diwujudkan melalui pemberian penghargaan atau "award" kepada para peneliti dan perekayasa yang melakukan inovasi.

Sementara itu kepala BPPT Marzan A Iskandar mengatakan Martha Tilaar dipilih menjadi Perekayasa Utama Kehormatan ((Honorary Principal Engineer) BPPT 2012 Bidang Kesehatan, melalui mekanisme penilaian dan pertimbangan yang sangat ketat oleh Majelis Perekayasa Nasional.

Prestasi Martha, kata Marzan, dibuktikan dengan memimpin perusahaan yang mampu melakukan seluruh proses dari riset dan pengembangan, produksi, sampai dengan pemasaran, dengan memperhatikan mutu, khasiat, dan keamanan produk.

Dia juga dinilai berupaya menjaga kualitas produk, telah mendapatkan berbagai sertifikasi.

Kehadiran Martha Tilaar sebagai warga kehormatan BPPT, diharapkan dapat mengakselerasi lima peran BPPT, yakni sebagai solusi teknologi, audit teknologi, technology clearing house, pengkaji teknologi dan intermediasi teknologi.

Dia menambahkan penganugerahan PUK 2012 ini, merupakan yang keenam.

Sebelumnya gelar PUK sudah diberikan kepada Emil Salim pada 2007 di Bidang Teknologi Lingkungan dan Kebumian, selain itu kepada Ir. Ciputra pada 2008 di Bidang Teknologi Manufaktur-Arsitektur, Rachmat Gobel pada 2009 di bidang Teknologi Manufaktur-Industri.

Ditambah lagi, Arifin Panigoro, pada 2010 di bidang Teknologi Energi serta Wiratman Wangsadinata pada 2011 di Bidang Teknologi Infrastruktur.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close