ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Maloy Akan Jadi Pelabuhan Terbaik di Indonesia Timur
Minggu, 29 Mei 2011 | 20:16

SAMARINDA - Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (Maloy) yang akan dibangun di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Provinsi Kalimantan Timur, diyakini akan menjadi pelabuhan terbaik di kawasan Indonesia Timur jika sudah tuntas.

"Pada 2011 ini Pemprov Kaltim akan menyelesaikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), selanjutnya pengerjaannya terus dilakukan secara bertahap," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim H Rusmadi di Samarinda, Minggu.

Dia mengatakan, sesuai dengan visi pengembangan kawasan industri Pelabuhan Internasional di Kaltim, maka Maloy akan menjadi yang terbaik dalam pelayanan jasa kawasan industri hilir kelapa sawit dan pelabuhan internasional untuk Indonesia bagian Timur pada 2030.

Sedangkan biaya untuk pembangunan KIPI Maloy di Teluk Golok itu, dalam kurun waktu 6 tahun tahun ke depan diperkirakan sebesar Rp3,43 triliun. Biaya tersebut untuk pengadaan, pengukuran, dan pematangan lahan. Kemudian pembangunan infrastruktur dan lainnya.

Dilanjutkan, pada 2010 pekerjaan feasibility study (studi kelayakan), master plan (rencana master) dan business plan (rencana bisnis) seluruhnya telah diselesaikan, sehingga ke depan diyakini KIPI Maloy dapat berfungsi banyak karena memiliki berbagai keunggulan kompetitif.

Pelabuhan Maloy katanya, berada di lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang merupakan lintasan laut perdagangan internasional, sekaligus di kawasan pusat ekonomi dunia masa depan (Pasific RIM), sehingga KIPI Maloy dinilai sangat strategis.

Dari sisi darat, KIPI Maloy berada di jalur poros lintas Trans Kalimantan yang menghubungkan seluruh provinsi di Kalimantan, termasuk dengan negara tetangga Malaysia dan Brunei Darussalam.

KIPI Maloy juga akan ditunjang dengan rencana pembangunan jalan bebas hambatan Sangatta - Bontang - Balikpapan - Tanah Grogot - Batu Licin - Pegatan - Palaihari - Pontianak - Sungai Pinyuh - Singkawang.

Pembangunan jalan bebas hambatan itu telah sesuai program nasional, seperti yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN).

Terkait dengan target KIPI Maloy untuk mengangkut Crude Palm Oil (CPO), pada 2009 data produksi perkebunan kelapa sawit di Kaltim mencapai 2,57 juta ton. Pada tahun-tahun berikutnya diperkirakan jumlah produksi sawit akan terus meningkat.

Peningkatan tersebut diharapkan dapat mendukung kawasan industri Maloy yang fokus utamanya adalah industri pengolahan kelapa sawit, selain industri pertanian lainnya seperti karet dan kakao.

Rencana areal pembangunan KIPI Maloy seluas 5.035 hektare yang terbagi menjadi dua lokasi, yaitu 1.000 hektare di Teluk Golok untuk pabrik CPO dan 4.035 hektare di Maloy untuk pengembangan kawasan industri dan peti kemas. (tk/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

murda | 2:48pm May 15, 2013

semua itu jika terealisasi sangat bagus pak..tetapi masalah pembayaran lahan masyarakat yang terkena jalur jalan KIPI sampai saat ini belum di bayar jadi uang sebesar itu dari pemerintah stopnya di mana??