ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Laju Inflasi Tahunan 4,5%
Rabu, 1 Agustus 2012 | 14:09

JAKARTA-Badan Pusat Statistik mengumumkan tingkat laju inflasi tahunan yang terjadi selama periode Juli 2011- Juli 2012 sebesar 4,5% dengan inflasi terbesar yang terjadi pada kelompok pengeluaran bahan makanan.

"Kenaikan harga bahan makanan tercatat sebesar 7,02%, yang merupakan pendorong utama inflasi selama periode Juli 2011- Juli 2012," kata Kepala Badan Pusat Statistik, Suryamin dalam jumpa pers di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (1/8).

Suryamin mengatakan kenaikan harga juga yang nisbi signifikan juga tercatat pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yaitu sebesar 5,88 persen serta kelompok sandang yang naik 5,60 persen.

"Selanjutnya disusul oleh kenaikan harga pada kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 4,2 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 3,29 persen, kesehatan 2,96 persen, serta transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,87 persen," paparnya.

Jika dibandingkan dengan laju inflasi nasional tahunan pada perioe yang sama dua tahun sebelumnya maka laju inflasi tahun ini relatif lebih rendah dibanding laju inflasi Juli 2009-Juli 2010 sebesar 6,22 persen dan inflasi Juli 2010 - Juli 2011 yang sebesar 4,61 persen.

Sementara itu, BPS juga merilis angka laju inflasi tahun kalender (Januari-Juli) 2012 sebesar 2,5 persen, yang nisbi lebih tinggi dari laju inflasi tahun kalender 2011 sebesar 1,74 persen.

Laju inflasi bulan Juli sendiri tercatat sebesar 0,7 persen, yang juga meningkat dibanding inflasi Juli 2011 sebesar 0,67 persen dan inflasi Mei sebesar 0,65 persen.

BPS juga mengumumkan angka laju inflasi komponen inti tahunan (Juli 2012 terhadap Juli 2011) sebesar 4,28 persen, sedangkan laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Juli 2012) tercatat sebesar 2,28 persen.

Pada Mei lalu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan pemerintah tetap optimistis menjaga laju inflasi pada 2012 sebesar 5,2 persen, yang lebih rendah dari target APBN-P 2012 6,8 persen atas pertimbangan batal naiknya harga bahan bakar minyak.

Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan telah sepakat menentukan target sasaran inflasi untuk 2013, 2014, dan 2015 masing-masing sebesar 4,5 persen, 4,5 persen, dan 4 persen dengan deviasi 1 persen. (ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!