ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 20 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Laju Inflasi Agustus Diperkirakan Naik 100%
Rabu, 8 Agustus 2012 | 13:32

Pengunjung memilih makanan di salah satu lorong supermarket di Jakarta, Senin (2/1). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi selama Desember sebesar 0,57%. Sementara inflasi secara keseluruhan sepanjang 2011 sebesar 3,79% atau di bawah target pemerintah yang sebesar 5,65%. Penyumbang inflasi terbesar adalah bahan makanan yang naik 0,37%, dengan andil ke inflasi 1,62%. Andil inflasi bahan makanan selama 2011 mencapai 0,84%. Angka itu turun dibandingkan 2010 yang sebesar 3,5%. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA Pengunjung memilih makanan di salah satu lorong supermarket di Jakarta, Senin (2/1). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi selama Desember sebesar 0,57%. Sementara inflasi secara keseluruhan sepanjang 2011 sebesar 3,79% atau di bawah target pemerintah yang sebesar 5,65%. Penyumbang inflasi terbesar adalah bahan makanan yang naik 0,37%, dengan andil ke inflasi 1,62%. Andil inflasi bahan makanan selama 2011 mencapai 0,84%. Angka itu turun dibandingkan 2010 yang sebesar 3,5%. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

JAKARTA - Pengamat ekonomi Agus Eko Nugroho memperkirakan laju inflasi pada Agustus 2012 akan naik sekitar 100% dari sebelumnya di kisaran 0,5% menjadi sekitar satu persen terkait Ramadhan dan Idul Fitri.

"Kenaikan inflasi pada bulan ini sangat signifikan karena memang sumbangan terbesar inflasi terjadi pada periode ini yaitu ketika Ramadhan dan menjelang Idul Fitri," kata Agus menanggapi dampak Ramadhan dan Idul Fitri terhadap laju inflasi di Jakarta, Rabu.

Ekonom Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu menjelaskan pemerintah seharusnya bisa mengantisipasi lebih awal peningkatan inflasi tersebut dengan melakukan operasi pasar dan pelaksanaan ketat regulasi untuk menstabilkan harga.

Ia mencontohkan penjualan tiket angkutan yang juga mendorong peningkatan inflasi. "Harus ada pelaksanaan secara ketat peraturan tarif tiket mudik yang menyumbang peningkatan inflasi, selain harga kebutuhan pangan," katanya.

Agus menambahkan pemerintah seharusnya sudah memperkirakan kondisi inflasi tersebut karena terjadi secara rutin dari tahun ke tahun. "Kondisi seperti merupakan kondisi musiman sehingga setiap tahun pasti ada," katanya.

Menurut dia, kondisi musiman tersebut seharusnya dapat diantisipasi untuk menekan angka inflasi agar tidak terjadi peningkatan signifikan.

Berdasarkan data Badan Pusat statistik (BPS), inflasi pada Juni 2012 mencapai 0,62% dan pada Juli 2012 naik hingga 0,7% dengan kenaikan bahan pangan sebagai penyumbang terbesar. Laju inflasi tahun kalender pada Juli 2012 mencapai 2,5% dan inflasi tahunan mencapai 4,56%.

"Jika inflasi bisa ditekan menjadi di bawah satu persen, hal itu merupakan prestasi yang luar biasa," kata Agus Eko Nugroho. (ant/gor)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close