Laba Bersih Bank Permata Naik 23%
Rabu, 7 Desember 2011 | 15:27
Wakil Dirut PT Bank Permata Tbk Herwidayatmo (kedua dari kiri) bersama Komisaris Independen Tony Prasetiantono (kedua dari kanan), Direktur Retail Banking Lauren Sulistiawati (kanan) dan Head Corporate Affairs Leila Djafaar seusai paparan publik di Jakarta, medio Desember 2010. Foto: Investor Daily/GAGARIN JAKARTA - PT Bank Permata Tbk pada kuartal III-2011 berhasil membukukan laba bersih Rp 962 miliar (konsolidasi-tidak diaudit) atau meningkat 23 persen dibanding periode yang sama 2010.
"Laba bersih Bank Permata setelah pajak, sebelum diaudit mencapai Rp 962 miliar, secara year on year (yoy) meningkat 23 persen dari Rp 781 miliar pada periode yang sama 2010," kata Wakil Direktur Utama Permata Bank Herwidayatmo dalam Public Expose Permata Bank di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan, total laba operasional secara konsolidasi tumbuh 18 persen (yoy) menjadi Rp 1,117 triliun yang didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis biaya (fee base income).
Selain itu, perusahaan juga mencatat pendapatan bunga bersih yang tumbuh 25 persen (yoy) menjadi Rp 2,99 triliun dan pendapatan berbasis biaya naik 17 persen (yoy) menjadi Rp 748 miliar.
Menurutnya, perusahaan juga terus mengoptimalkan fungsi intermediasinya untuk mendukung perekonomian Indonesia secara berkelanjutan. Perusahaan mencatat pertumbuhan kredit sebesar 39 persen (yoy) menjadi Rp64,6 triliun dibandingkan tahun 2010 yang hanya Rp46,4 trilun, ujarnya.
Total aset Bank Permata secara konsolidasi per 30 September 2011 mencapai Rp 92,6 triliun, naik 38 persen (yoy) dari Rp 66,9 triliun dalam periode yang sama 2010.
Di sisi kewajiban, basis pendanaan kian beragam dan secara berkelanjutan terus tumbuh. Simpanan dalam bentuk syariah meningkat sebesar 116 persen (yoy) menjadi Rp 2,9 triliun. Sementara itu, dana pihak ketiga konvensional meningkat 29 persen (yoy) menjadi Rp 69,0 triliun. (tk/ant)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Direksi BUMN Wajib Mengajar SMA Masing-Masing
Ekonomi RI Lebih Stabil dari Tiongkok dan India
OJK Setujui Pengurahan Lot Saham di BEI
Penangkapan Aiptu LS Merupakan Upaya Paksa
JSS Bukan Proyek Prioritas 2014
Tol Sumatera akan Dongkrak Ekonomi Jambi
Tidak Semua Kasus Seperti Jolie Perlu Mastektomi
Miliki Aset di Lahan Waduk Pluit, Jokowi Tindak Tegas Jakpro