Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Perlu Ditingkatkan
Rabu, 30 Mei 2012 | 12:09
Presiden SBY. FOTO : Abror/presidensby.info JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta agar kementerian dan lembaga negara meningkatkan kualitas laporan keuangan seiring dengan peningkatan anggaran sehingga dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.
"Penggunaan keuangan negara yang benar itu keharusan dan prasyarat dalam tata pemerintahan yang baik. Satu rupiah pun harus bisa kita pertanggungjawabkan," kata Presiden saat memberikan sambutan pada acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP) tahun 2011 dari Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/5).
Kepala negara mengatakan, meski situasi perekonomian global tidak menguntungkan, namun Indonesia masih memiliki kemampuan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi sehingga anggaran pendapatan negara bisa tetap meningkat.
Dengan peningkatan jumlah anggaran negara Rp1.000 triliun lebih, kata Presiden, maka ada sejumlah hal yang diperhatikan.
"Pastikan pendapatan negara optimal, jangan sampai ada yang tercecer atau tidak masuk," kata Presiden.
Hal yang kedua, kata Kepala Negara, setelah pendapatan negara masuk dan optimal, maka pembelanjaannya pun harus benar dan optimal.
"Khusus dengan tema kegiatan kita hari ini, mari kita cegah penyimpangan dan inefesiensi. Itu adalah domain penggunaan dan pertanggungjawaban keuangan negara," tegasnya.
Acara yang berlangsung di Istana Negara tersebut, dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, seluruh menteri kabinet dan juga pejabat negara lainnya.
LHP LKPP sebelum dilaporkan ke Presiden, oleh BPK pada 29 Mei 2012 sudah disampaikan kepada DPR RI.(ant/hrb)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Maharani Diajak Berhubungan Intim dengan Fathanah di Hotel
Enam Terpidana Mati akan Dieksekusi
Penangkapan Aiptu LS Merupakan Upaya Paksa
Ahmad Fathanah Mengaku Memberikan Sumbangan pada PKS
76,67 Persen Pemilih Partai Demokrat akan Bermigrasi
Ekonomi RI Lebih Stabil dari Tiongkok dan India