ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

KSAD Minta Prajurit di Perbatasan Ikhlas Bertugas
Rabu, 10 Oktober 2012 | 12:40

ATAMBUA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo meminta jajaran prajurit AD di perbatasan negara agar selalu melakukan tugasnya dengan ikhlas, penuh tanggung jawab, profesional dan bermanunggal dengan masyarakat.

Permintaan itu disampaikan Jenderal Pramono saat membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-89 secara nasional di Desa Fatulotu Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur, daerah yang berbatasan dengan Negara Timor Leste, Rabu.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Bupati Belu Joachim Lopez serta seluruh jajaran TNI AD.

Dia mengatakan kemandirian TNI sebagai alat negara yang bertugas sebagai pengayom, pelindung dan penjaga kedaulatan negara, harus juga disertai dengan semangat keikhlasan, tanggung jawab, profesional serta membangun kerja sama bersama rakyat di setiap wilayah tugas masing-masing.

Dalam konteks kegiatan TMMD ke-89 tahun 2012, KSAD meminta TNI AD selalu menjadi pelopor pergerakan kemandirian masyarakat untuk penciptaan situasi dan suasana kehidupan sosial kemasyarakatan yang lebih kondusif, dalam segala aspek pelaksanaan tugas masing-masing, temasuk sebagai penjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI.

Menurut dia, kegiatan TMMD ke-89 2012 yang secara serentak dimulai Rabu (10/10) di seluruh Indonesia dicanangkan di Desa Fatulotu, Lasiolat, Belu, NTT, karena wilayah ini wilayah yang strategis untuk mendapatkan perhatian, karena berada di wilayah batas RI-Timor Leste.

Masyarakat di tapal batas, kata Pramono Edhie, harus diberi perhatian untuk bisa memajukan taraf hidup sosial ekonomi, demi menjamin rasa nasionalisme kebangsaan dalam membantu elemen lainnya termasuk TNI menjaga keutuhan dan kadaulatan NKRI.

Perbatasan negara, kata dia, merupakan serambi terdepan NKRI yang membutuhkan kekhususan dalam sentuhan segala aspek pembangunan, agar masyarakat di tapal batas negara itu bisa mendapatkan kemajuan dan kesejahteraannya.

"Pada prinsipnya TMMD ini akan bermuara kepada peningkatan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, khusus di tapal batas negara," kata Jenderal Pramono.

Untuk semuanya itu, dia berharap, prajurit TNI AD yang terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan tersebut, dan bekerja dengan ikhlas, bertanggung jawab, profesionalisme serta terus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat untuk kemanunggalan TNI-rakyat yang lebih baik. (ant/gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!