ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL WAWANCARA COSMOPOLITAN
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 Mei 2012
Pencarian Arsip

Krisis Finansial Global, BEI: Pelaku Pasar Jangan Panik
Jumat, 23 September 2011 | 14:20

Dirut BEI Ito Warsito di gedung Bursa Efek Indonesia. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN Dirut BEI Ito Warsito di gedung Bursa Efek Indonesia. Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN

JAKARTA-Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimbau kepada pelaku pasar agar tidak terlalu panik dengan kondisi pasar saham saat ini yang tengah dilanda sentimen negatif dari krisis finansial global.

"Saya rasa pelaku pasar saat ini harus berperilaku lebih rasional dan tidak perlu panik dengan kondisi pasar saat ini," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito di Jakarta, Jumat.

Ia menambahkan, kondisi fundamental Indonesia yang masih positif saat ini masih dianggap dapat menahan gejolak krisis global dan menjaga kestabilan pasar modal di dalam negeri. "Kalau dilihat dari fundamental dan performance perekonomian kita kan kuat, lalu apa yang harus kita takutkan?," ucapnya.

Di sisi lain, lanjut dia, otoritas pasar modal juga tidak terlalu mengkhawatirkan naik turunnya pasar seperti saat sekarang ini. Kondisi itu bukan hanya terjadi pada IHSG, namun menyebar ke seluruh pasar saham baik regional maupun global.

Ia mengatakan, jika hal itu disertai dengan perilaku pelaku pasar yang rasional maka IHSG tidak akan terkena imbas yang signifikan seperti saat kemarin.

"Kita tidak terlalu memusingkan apakah IHSG itu negatif atau positif. At least behaviour dari market sudah kembali normal. Itu yang kita harapkan. Kemarin anjloknya saya rasa terlalu agresif, karena tidak sesuai dengan kondisi fundamental perekonomian kita," ujarnya.

Direktur Utama BEI, Ito Warsito menambahkan, dalam kondisi yang kurang stabil ini pihak BEI masih melakukan monitoring terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), setelah sempat mengalami tekanan signifikan pada perdagangan saham Kamis (22/9).

Ia mengaku, otoritas pasar modal juga tengah mendiskusikan langkah apa yang akan diambil jika pelemahan tajam pada IHSG kembali terjadi. (gor/ant)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Semua Bisa Jadi Investor
Close