ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 17 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Krakatoa Nirwana Resort Targetkan 60.000 Wisatawan
Jumat, 22 Juni 2012 | 9:54

JAKARTA-Kawasan wisata Krakatoa Nirwana Resort di Kalianda Lampung Selatan terus melaksanakan pembenahan lahan mereka dalam upaya memenuhi target 60.000 wisatawan pada tahun 2012 atau naik 20% dibanding tahun sebelumnya.

"Kami mengalokasikan Rp1,5 miliar pada tahun 2012 untuk membenahi lahan mangrove (bakau) seluas 30 hektar," kata Direktur PT Bakrieland Development unit usaha Hotels dan Resorts, Edikar di Jakarta, Jumat (22/6).

Edikar mengatakan, penanaman mangrove ini merupakan kelanjutan dari penanaman sengon 40 hektar dan lahan agro forestry 20 hektar dari total luas area Krakatoa Niwana Resort 360 hektar," Edikar mengatakan, sebagai wisata alam (eco tourism) maka Krakatoa Nirwana Resort akan terus membenahi lingkungan di sekitar kawasan dengan melibatkan masyarakat setempat untuk ikut memelihara.

Krakatoa Nirwana Resort pada Kamis (14/6) memulai program konservasi bakau tahap awal berkerjasama dengan Miyara Sumatra Foundation di pantai EmBe (Merak Belantung) 6 hektar dan pantai Bagus 4 hektar.

Lebih jauh Group Head Resort Development, Bakrieland unit usaha Hotels dan Resorts Nugroho Santosa mengatakan, Krakatoa Nirwana Resort telah berkerja sama dengan sejumlah perusahaan perjalanan wisata menawarkan paket wisata alam.

Menurut dia, keunggulan Krakatoa Nirwana Resort lokasinya sangat dekat dengan Gunung Anak Krakatau, hanya membutuhkan waktu 1-2 jam untuk menjangkau kawasan ini.

"Namun karena Gunung Anak Krakatau merupakan kawasan konservasi maka untuk menjangkaunya membutuhkan izin, biasanya tamu diarahkan ke ke Pulau Sebuku, Sebesi, Segitiga, Umang-Umang untuk olah raga selam (snorkeling), memancing, dilanjutkan dengan menjelajah desa, bersepeda, atau olah raga air lainnya," ujar dia.

Krakatoa Nirwana Resort juga berencana membangun "sea poll" (kolam renang laut), namun untuk mewujudkan rencana perlu dibangun pemecah gelombang terlebih dahulu salah satunya dengan menanami bakau terlebih dahulu.

Lokasi kami selama ini juga menjadi hub untuk wisata alam lainnya seperti Gunung Rajabasa, Kampung Bali, dermaga tradisional di Kalianda yang di dalamnya terdapat tempat pelelangan ikan, kemudia juga dapat berkunjung ke pantai wartawan atau berkeliling di kebun kopi.

Tingkat hunian hotel dan villa "Grand Elty Krakatoa" di dalam kawasan Krakatoa Nirwana Resort 30 persen, di atas rata-rata hotel di Lampung Selatan. "Biasanya kami penuh (full book) saat liburan atau Sabtu dan Minggu (weekend)," ujar Nugroho.

Tarif menginap di Grand Elty Krakatoa mulai dari Rp900.000 sampai Rp1.250.000 untuk hotel, dan Rp1.050.000 sampai Rp3.200.000 untuk villa berikut makan pagi untuk dua orang dewasa dan anak di bawah 10 tahun.

Nugroho mengatakan, potensi wisata di Provinsi Lampung sendiri mencapai 2 juta wisatawan per tahun serta ditargetkan setiap tahun mengalami kenaikan rata-rata 5 persen.

Pantai Merak Belantung di dalam kawasan Krakatoa Nirwana Resort terdapat enam desa yang selama ini dijadikan sebagai tujuan wisata alam (eco tourism), jelas Nugroho.

Nugroho mengatakan, untuk menjangkau lokasi sekitar 2 jam dari Bandara Udara Raden Inten Lampung, sedangkan kalau dari Pelabuhan Penyeberangan Ferry hanya membutuhkan waktu 30 menit saja. Dia berharap layanan ferry dapat terus diperbaiki untuk meningkatkan pariwisata di Lampung Selatan.

Sedangkan menurut Nurdiyansah dari Miyara Sumatra Foundation, Krakatoa Nirwana Residence merupakan salah satu contoh perusahaan yang menyediakan lahannya untuk ditanami bakau, diharapkan ini dapat diikuti perusahaan lain di Lampung Selatan.

Bagi Miyara sendiri sangat penting untuk mengajak masyarakat terlibat untuk menanam dan memelihara bakau apalagi kalau mereka melihat manfaatnya bagi kelangsungan hidup mereka, jelas dia.

Tanaman bakau biasanya dalam waktu dua tahun sudah tumbuh dan biasanya menjadi tempat berkembang biaknya biota laut seperti ikan, kepiting, dan udang sehingga masyarakat sekitar yang hidup sebagai nelayan dapat mengambil manfaat di dalamnya, jelas dia.

Nurdiansyah juga mengatakan, bekerjasama dengan Krakatoa Nirwana Resort saat ini tengah melaksanakan penanaman kembali (replanting) terumbu karang untuk melengkapi hutan bakau di kawasan tersebut.

Sedangkan dengan masyarakat kami juga terus mensosialisasikan untuk menangkap ikan dengan cara-cara yang lebih ramah lingkungan misalnya dengan tidak menggunakan bom atau racun. "Kami perkenalkan istilah 3P kepanjangan dari people, plant, dan profit," jelas dia.

Nugroho mengatakan, Krakatoa Nirwana Resort juga pernah membagikan 80 bibit sansivera kepada tamu yang menginap sebagai bentuk kampanye untuk ikut mengajak mereka menanam pohon.

Kemudian, Nugroho juga menyampaikan kalau Krakatoa juga telah berhasil melaksanakan budi daya tumpang sari seperti jagung, pisang, dan pepaya california untuk memanfaatkan lahan yang tersedia.

Selain itu Krakatoa Juga terlibat dalam berbagai kegiatan yang memiliki dampak nasional dan internasional yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Diantaranya kejuaraan volley pantai, bersepeda alam kerja sama dengan komunitas B2W, dan Festival Krakatau. "Semua itu akan membuat Krakatoa menjadi lokasi wisata alam yang menarik," ujar dia. (ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close