ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 29 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

KPK Tak Bisa Cekal TIngkat Penyidikan
Jumat, 10 Februari 2012 | 8:48

JAKARTA- Juru Bicara Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar mengatakan KPK sudah tidak bisa memerintahkan instansi terkait untuk melarang seseorang bepergian ke luar negeri dalam proses penyelidikan karena MK telah mengeluarkan putusan pengujian Pasal 16 ayat (1) huruf b UU No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian "Ya memang undang-undang (UU KPK) itu bersifat khusus (lex specialis), tetapi kan putusan MK mengatur bahwa pencekalan tidak boleh dilakukan saat kasus masih dalam penyelidikan," kata Akil di Gedung MK Jakarta , Kamis (9/2).

Dalam putusan itu, MK telah membatalkan kata "penyelidikan" dalam Pasal 16 ayat (1) huruf b UU Keimigrasian, sehingga norma pasal itu menegaskan pencekalan (ke luar negeri) tidak diperbolehkan ketika suatu kasus masih dalam tahap penyelidikan.

Sementara dalam Pasal 12 ayat (1) huruf b dalam UU No 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK) yang menyatakan dalam melaksanakan tugas penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan KPK berwenang memerintahkan kepada instansi yang terkait untuk melarang seseorang bepergian ke luar negeri.

Terkait aturan ini, Akil menegaskan bahwa putusan MK yang mengatur bahwa pencegahan tidak boleh dilakukan saat proses penyelidikan tetap harus dilaksanakan, walaupun KPK memiliki kewenangan tersebut.

Menurut Jubir MK ini, KPK harus meminta permohonan kepada Ditjen Keimigrasian, sementara Pasal 16 ayat (1) huruf b UU Keimigrasian yang mengatur tentang pencegahan dalam penyelidikan sudah dibatalkan.

"Berarti semua tindakan pencekalan pada proses penyelidikan tidak boleh dilakukan," tegasnya.

Ketika ditanya tentang pencekalan Anggota DPR RI Wayan Koster yang terkait kasus Wisma Atlet, Akil menjawab bahwa putusan MK tidak berlaku surut.

Akil juga menegaskan bahwa Wayan Koster sudah dicekal karena kasusnya sudah berada dalam tahap penyidikan namun belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Kalau lihat dari status kasusnya yang sudah ada beberapa tersangka coba lihat Angelina (Sondakh) itu pasti dengan kawan kawan," ungkapnya.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!