ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 30 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Kontribusi Pariwisata Semakin Besar bagi Dunia
Rabu, 15 Agustus 2012 | 9:52

JAKARTA-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyatakan bahwa kontribusi sektor pariwisata semakin besar bagi pertumbuhan ekonomi dunia.

"Pariwisata semakin penting dan semakin berperan dalam peradaban dunia," kata Sekretaris Jenderal Kemenparekraf Wardiyatmo, di Jakarta, Selasa  (14/8), dalam tatap muka dan dialog Forum Wartawan Parekraf dengan Kemenparekraf.

Ia menjelaskan, tahun 2012 ini ada sejumlah pertemuan penting di tingkat pemimpin negara dan menteri di bidang pariwisata untuk membahas isu-isu pariwisata yang semakin mendunia.

Wardiyatmo menambahkan, pada 18-19 Juni 2012 di Los Cabos Meksiko dilaksanakan G20 Leaders Meeting yang dilakukan untuk mencari penyelesaian terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja.

"Pertemuan menghasilkan Leaders Declaration yang secara eksplisit memasukkan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor yang memiliki kontribusi penting terhadap penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan penghidupan yang layak," katanya.

Menurut Wardiyatmo, pertemuan itu strategis mengingat saat ini G20 memegang peran penting dalam maju mundurnya perekonomian dunia dengan kontribusi PDB mencapai 80 persen.

Selain pertemuan G20, digelar pula T20 Tourism Minister's Meeting yang merupakan forum Menteri-Menteri Pariwisata negara anggota G20 yang bertujuan sebagai forum diskusi tentang pertumbuhan dan perkembangan pariwisata berkelanjutan.

Dalam pertemuan itu juga dibahas kontribusi pariwisata dalam pembangunan berkelanjutan melalui dialog, tukar pengetahuan, dan "best practices" dalam upaya menanggulangi krisis global dan perubahan iklim di antara negara-negara anggota G20 yang didukung pula oleh UNWTO.

"T20 yang keempat digelar tahun ini yakni pada 16 Mei 2012 di Merida Meksiko yang menghasilkan Merida Declaration," katanya.

Merida Declaration merupakan komitmen tiap negara anggota untuk mempromosikan peningkatan jumlah kunjungan wisata melalui penyederhanaan rezim visa dan fasilitasi perjalanan lainnya.

Selanjutnya deklarasi mengamanatkan agar kontribusi pariwisata yang cukup signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan penghidupan yang layak tersebut, dapat kemudian disuarakan dalam forum G20.

Pertemuan T20 sebelumnya berlangsung di Johannesburg, Afrika Selatan, pada 23-24 Februari 2010 sebagai forum yang pertama, forum T20 kedua di Buyeo, Korea pada 11-12 Oktober 2010, dan forum T20 ketiga di Paris, Prancis pada 25 Oktober 2011.

Seluruh pertemuan T20 membahas tema sentral tentang industri pariwisata dan kontribusinya terhadap perekonomian global.

Pertemuan lainnya adalah Rio+20 di Rio de Janeiro, Brazil, pada 20-22 Juni 2012 yang digelar untuk memperkuat kembali komitmen politik negara terhadap implementasi pembangunan yang berkelanjutan setelah keberhasilan KTT Earth Summit di tempat yang sama pada 1992 atau pada 20 tahun silam.

"Partisipasi aktif Indonesia dalam pembahasan Outcome Document berbuah sukses dengan dimasukkannya prinsip pembangunan pariwisata yang berkelanjutan ke dalam pasal yaitu pada pasal 130 dan pasal 131," katanya.

Wardiyatmo berharap, pembahasan isu pariwisata ke depan dapat menyertakan sisi evaluasi terhadap implementasi dan perkembangan sektor pariwisata dunia yang semakin dianggap penting.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!