ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 20 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Kepala Daerah Agar Dimunculkan Sebagai Capres
Selasa, 19 Juni 2012 | 7:33

JAKARTA-Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (PDS) Denny Tewu mengusulkan agar lembaga survei memunculkan nama-nama kepala daerah yang dinilai berhasil memimpin daerahnya sebagai bakal calon presiden pada pemilu presiden 2014.

"Jangan sampai pada pemilu presiden 2014 hanya menampilkan calon presiden dan calon wakil presiden daur ulang," kata Denny Tewu, di Jakarta, Senin (18/6).

Menurut dia, jika calon presiden dan calon wakil presiden yang tampil hanya figur itu-itu saja, sepertinya Indonesia tidak memiliki putra daerah lainnya yang layak untuk memimpin negara ini.

Ia menilai, banyak kepala daerah yang berhasil memimpin daerahnya sehingga layak diberikan kesempatan untuk tampil sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada pemilu presiden 2014.

"Indonesia ke depan perlu pemimpin yang berpengalaman di pemerintahan. Kepala daerah yang berhasil, tentu saja memiliki pengalaman tersebut," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Denny juga mengusulkan, agar pemerintah dan DPR RI bisa menyepakati persyaratan presidential threshold dengan angka yang rendah pada pembahasan RUU Pemilu Presiden, sehingga lebih banyak calon presiden dan calon wakil presiden yang tampil.

Dengan angka presidential threshold yang rendah, menurut dia, maka partai kecil dan menengah bisa mengusung calonnya, dan rakyat juga memiliki banyak pilihan.

"Jangan lupa, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pemilu presiden 2004 diusung oleh Partai Demokrat yang hanya memperoleh tujuh persen suara pada pemilu legislatif," katanya.

Denny menyebutkan, ada sejumlah daerah yakni gubernur, wakil gubernur, serta bupati yang cukup layak ditampilkan sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.

Ia mencontohkan, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang, serta Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih.(ant/hrb))




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close