Kemenkominfo Bentuk Tim Percepat Penetrasi Internet
Rabu, 14 September 2011 | 15:58
SURABAYA- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan membentuk relawan teknologi informasi komunikasi (TIK) di seluruh provinsi untuk mendukung program percepatan penetrasi internet di masyarakat. Hingga 2015, pengguna internet ditargetkan sudah mencapai 50% dari total populasi penduduk.
"Saat ini, jumlah pengguna internet baru sekitar 45 juta orang atau 14% dari populasi, baik yang mengakses melalui komputer maupun telepon seluler pintar (smartphone)," kata Direktur Pemberdayaan Informatika Ditjen Aplikasi Kementerian Kominfo, Mariam F Barata, kepada wartawan di Surabaya, Rabu, di sela-sela sosialisasi pembentukan relawan TIK.
Ia menjelaskan, Indonesia merupakan salah satu negara yang ikut menandatangani deklarasi "World Summit on Information Society" (WSIS) pada tahun 2003. Dalam deklarasi WSIS disebutkan bahwa hingga 2015, sebanyak 50% penduduk dunia harus memiliki akses terhadap informasi (dalam hal ini akses internet).
"Untuk mempercepat penetrasi internet di masyarakat, Kominfo tidak bisa bekerja sendirian. Pembentukan relawan TIK menjadi salah satu upaya untuk mendukung target itu, dengan memberdayakan seluruh elemen masyarakat," kata Mariam.
Ia menambahkan, delapan provinsi sudah siap membentuk relawan TIK tahun ini, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Lampung, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Selatan.
"Secara bertahap provinsi lainnya juga akan menyusul hingga nantinya dibentuk di tingkat kabupaten/kota," tambah Mariam.
Menurut dia, rencana pembentukan relawan TIK sudah dimulai sejak dua tahun lalu, tetapi baru bisa direalisasikan pada 2011.
Relawan TIK akan bertugas membantu pemerintah menyosialisasikan program penggunaan internet, sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui informasi, edukasi sosial, teknologi, dan komunikasi.
Mariam menambahkan, pemerintah membagi tiga tahapan dalam pencapaian TIK, yakni periode 2011-2012 sebagai langkah awal menuju "Indonesia Connected".
Periode 2013-2014 menargetkan terwujudnya masyarakat Indonesia yang informatif dan sadar terhadap pemanfaatan akses internet.
"Selanjutnya pada periode 2015-2019, masyarakat Indonesia ditargetkan sudah sangat intensif dalam penggunaan internet," tambah Mariam.
Saat ini, pemerintah melalui PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) sedang menyelesaikan pembangunan kabel serat optik proyek "Nusantara Super Highway" sepanjang lebih dari 47.099 kilometer.
Jaringan infrastruktur yang menghubungkan wilayah Sumatera hingga Papua itu, ditargetkan selesai pada 2014. (gor/ant)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
YLKI: KAI Naikkan Tarif Terselubung
Sritex Tawarkan Saham IPO Rp230-Rp385 Per Saham
'Penembak Empat Mahasiswa Trisakti Oknum Polisi'
Dirjen Pajak Perkirakan 1% Pegawai Pajak Bandit
TNI AU Tahan Pesawat Militer AS di Aceh
Dahlan: Chatib Independen dan Mampu Jalankan Tugas