ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Kemenakertrans Targetkan Serap 11.264 Tenaga Kerja 2012
Minggu, 22 Juli 2012 | 21:49

JAKARTA- Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) melalui program padat karya menargetkan penyerapan tenaga kerja sebanyak 11.264 orang pada 2012.

“Pelaksanaan program padat karya ini bertujuan menyerap pengangguran di pedesaan, meningkatkan daya beli dan membantu pertumbuhan ekonomi pedesaan di Indonesia,” kata Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers Pusat Humas Kemnakertrans di Jakarta, Minggu.

Sasaran utama dari Program padat karya itu adalah kawasan pedesaan yang tersebar di seluruh Indonesia yang memiliki tingkat pengangguran yang cukup tinggi.

Program padat karya terbagi menjadi dua kegiatan yaitu padat karya produktif dengan target penyerapan 8.184 orang dan padat karya infrastruktur dengan target sebanyak 3.080 orang.

Menakertrans menyebutkan dengan adanya program padat karya itu maka akan tercipta pekerjaan sementara yang dapat menambah penghasilan masyarakat sekaligus terbangunnya sarana, prasarana dan usaha produktif masyarakat pedesaan.

“Pada dasarnya pemerintah hanya membantu memfasilitasi pelaksanaan padat karya ini. Semua berdasarkan usulan dan pertimbangan masyarakat setempat dengan memperhatikan potensi sumber daya alam yang tersedia,” kata Muhaimin.

Ia mengatakan program padat karya itu berorientasi pada prinsip "Dari, oleh dan untuk Masyarakat," dengan mengutamakan semangat gotong royong dan rasa solidaritas dari masyarakat di pedesaan yang berada di wilayah kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia.

Program padat karya infrastruktur akan difokuskan pada pembuatan dan rehabilitasi fisik seperti pembangunan dan pengerasan jalan di desa, pembangunan jembatan dan saluran air di pedesaan.

Sedangkan padat karya produktif lebih diutamakan pada pemberdayaan usaha seperti budidaya ikan, ternak sapi, kambing dan ayam dan kerajinan tangan anyaman.

Dalam pelaksanaannya, program padat karya itu didampingi oleh petugas lapangan padat karya (PLPK) yang bertugas merencanakan, mengkoordinasikan dan mengawasi.

Muhaimin berharap pelaksanaan program padat karya ini dapat mengurangi angka pengangguran di pedesaan dan memperluasan kesempatan kerja baru sehingga mampu menambah lapangan kerja bagi tenaga kerja baru. (ant/gor)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close