ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 28 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Kawasan Gajah Mada Pontianak Dicanangkan 'Coffee Street'
Selasa, 27 September 2011 | 16:51

PONTIANAK- Pemerintah Kota Pontianak akan mencanangkan kawasan Jalan Gajah Mada atau Pecinan sebagai "Coffee Street", yakni kawasan kuliner yang menyuguhkan aneka minuman kopi hangat khas kota itu.

"Rencananya pencanangan kawasan Jalan Gajah Mada menjadi kawasan kuliner aneka minuman kopi hangat itu dilakukan bertepatan dengan hari jadi Kota Pontianak, 8 Oktober," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pontianak Ayu Haro, Selasa (27/9).

Ia berharap dengan dicanangkannya kawasan Jalan Gajah Mada sebagai "Coffee Street" bisa menjadi ikon kota itu sehingga tamu-tamu baik lokal, nasional dan mancanegara yang datang ke kota itu bisa menikmati kehangatan kopi khas Pontianak.

Menurut dia, konsep "Coffee Street" itu akan dilakukan secara bertahap oleh pemilik warung kopi di sepanjang Jalan Gajah Mada, baik dari aspek higienis, penampilan, kebersihan dan juga aspek pelayanannya terhadap pengunjung.

"Kalau bisa setiap warung kopi punya merek pada gelas yang digunakan untuk menyajikan kopi serta pakaian yang digunakan pelayannya," kata Ayu.

Ayu menambahkan, pencanangan itu juga disambut baik oleh pemilik warung kopi yang ada di sepanjang Jalan Gajah Mada.

"Mereka merasa terbantu dengan adanya publikasi dan gagasan dari Pemkot dengan menjadikan kawasan Jalan Gajah Mada sebagai 'Coffee Street' karena berdampak terhadap usaha yang digeluti mereka," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi mengatakan, kawasan Gajah Mada perlu dilakukan penataan agar lebih menarik lagi untuk menjadi wisata kuliner di malam hari.

Kebiasaan warga Pontianak dan Kalbar umumnya yang gemar mengisi waktu kosong dengan minum kopi di luar sangat berpotensi untuk dikembangkan sehingga seiring perjalanan waktu kawasan Jalan Gajah Mada kini ramai dengan bermunculannya warung kopi, katanya.

Penataan Jalan Gajah Mada untuk dijadikan pusat wisata warung kopi salah satu upaya dalam mempromosikan potensi daerah sehingga menarik minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk menikmati hangatnya kopi Pontianak dan suasana malam di kota ini.

Menurut Wakil Wali Kota Pontianak, kebiasaan masyarakat setempat minum kopi di warung sudah terjadi puluhan tahun lalu yang dilakukan hanya sekadar melepas kejenuhan atau kepenatan setelah melakukan aktivitas sehari-hari.

Dari pantauan di lapangan, puluhan warung kopi berjejer di sepanjang Jalan Gajah Mada yang selalu ramai dikunjungi baik tua maupun muda, laki-laki atau perempuan yang juga menyajikan panganan khas Kota Pontianak seperti pisang goreng srikaya yang terbuat dari pisang nipah dicampur tepung terigu lalu digoreng dan diberi selai.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!