ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 21 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Kasus-Kasus Default pada Municipal Bonds
Oleh Hasan Zein Mahmud | Selasa, 26 Maret 2013 | 11:13

Hasan Zein Mahmud (dua dari kiri), saat menjadi Juri Investor Awards Pialang Berjangka 2011 bersama Rico Menayang (dua dari kanan), dan Teddy Fardiansyah (kanan), serta Pemred majalah Investor, Investor Daily, dan Suara Pembaruan Primus Dorimulu (kiri).  Foto: dok.Investor Daily Hasan Zein Mahmud (dua dari kiri), saat menjadi Juri Investor Awards Pialang Berjangka 2011 bersama Rico Menayang (dua dari kanan), dan Teddy Fardiansyah (kanan), serta Pemred majalah Investor, Investor Daily, dan Suara Pembaruan Primus Dorimulu (kiri). Foto: dok.Investor Daily

Masih ingat cerita kapal Titanic? Ketika Chairman White Star Line dilapori bahwa kapalnya menabrak gunung es dan akan tenggelam, dengan penuh percaya diri dia mengatakan: “This ship can’t sink”. Ia seakan lupa bahwa kapal raksasa itu tetap terbuat dari besi, bukan dari balon.

Municipal bonds di Amerika Serikat adalah sebuah Titanic. Pada akhir 2011, nilai municipal bonds yang beredar mencapai sekitar US$ 3,75 trilliun, yang diterbitkan oleh sekitar 44.000 emiten, baik negara bagian maupun lokal. Dari municipal bonds yang beredar itu, 75% di antaranya dimiliki oleh investor individual.

Investor pada umumnya menganggap bahwa municipal bond is one of the safest investment on earth. Media investasi yang satu ini, berbeda dengan obligasi korporasi, terbukti tidak terpengaruh oleh siklus, tetap adem ayem pada saat krisis.  Ini tergambar pada kalimat Wallance (Forbes edisi September 2012) sebagaimana berikut ini:

Until now, the municipal bond market has been the mom and apple pie of financial markets, wholesome, enduring, and unexciting. After all, municipal bonds overall have significantly lower default rates than corporate and foreign government bonds, and their permanent losses are even smaller. This was true even in the Depression, when only $200 million was lost on the $13.5 billion in municipal bonds in default in 1932. The market has always been there, chugging away through depression, recessions, and wars. If it’s not broke, why fix it?”

Beberapa anggota Kongres bahkan sering berargumentasi membela municipal bonds dengan menyatakan bahwa municipal bonds mendapat perlakuan “anak tiri” oleh para lembaga rating, karena memberikan rating terlalu rendah, sehingga emiten harus membayar asuransi yang sejatinya tidak diperlukan, yang mengakibatkan biaya dana yang dipikul emiten menjadi lebih mahal.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close