KA AC Ekonomi Gajah Wong Diluncurkan
Rabu, 24 Agustus 2011 | 15:47
JAKARTA - Pemerintah meluncurkan Kereta Api (KA) AC Ekonomi "Gajah Wong" rute Stasiun Pasar Senen Jakarta - Lempuyangan Yogyakarta, di Stasiun Jakarta Kota.
"KA ini untuk mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat, khususnya selama angkutan lebaran tahun ini," kata Menhub Freddy Numberi, saat peluncuran KA Gajah Wong, di Jakarta, Rabu.
Freddy mengatakan, pengoperasian kereta ekonomi berpendingin udara (AC) merupakan bagian dari ketetapan standar pelayanan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub sejak 2010. "Untuk pertama kalinya pada awal September tahun lalu pemerintah menyerahkan KA Ekonomi AC (Bogowonto) kepada PT KA untuk dioperasikan melayani lintas Stasiun Pasar Senen-Kutoarjo," katanya.
KA Gajah Wong pengadaannya bersumber dari APBN 2010/2011 dan dibuat oleh PT INKA Madiun. Nama KA Gajah Wong berasal dari salah satu nama sungai di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Siaran pers Ditjen Perkeretaapian, menyebutkan, KA ini dirancang sama dengan KA Ekonomi non-AC yang ada saat ini.
Hanya saja pada KA ini, interiornya sedikit berbeda yakni jumlah tempat duduk pada KA Ekonomi non AC umumnya diperuntukkan bagi 106 orang. Namun, pada KA ini tempat duduknya dirancang hanya untuk 80 orang dan dilengkapi pendingin udara, sehingga akan memberikan kenyamanan pada penumpangnya.
KA ini juga dirancang untuk kecepatan operasional 100 km/jam dan umur teknis yang tidak kurang dari 25 tahun.
Kemudian, bahan dan komponen lokalnya mengacu pada Standar Industri Indonesia (SII) atau Standar Nasional Indonesia (SNI), serta dilengkapi kereta makan dengan pembangkit listrik dan bergenerator listrik 2x250 KVA.
Selain penyerahan pengoperasian KA Ekonomi AC 'Gajah Wong', pemerintah juga menyerahkan dua trainset KRL AC (masing-masing delapan unit) kepada PT KA untuk dioperasikan di wilayah Jabodetabek dengan kapasitas angkut penumpang 1.340 orang duduk dan berdiri.
KRL ini yang digarap konsorsium Bombardier dan PT INKA ini merupakan bagian dari pengadaan 10 "trainset" KRL KFW (40 unit) yang pendanaannya bersumber dari bantuan lunak pemerintah Jerman.
Sisa 8 "trainset" KRL KFW (32 unit) saat ini sedang dalam proses penyelesaiannya di PT INKA Madiun dan akan dioperasikan di wilayah Jabodetabek. (tk/ant)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!