ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

36 Tahun Diaktifkan Kembali Pasar Modal Indonesia

Jangan Kecilkan Peran Pasar Modal
Kamis, 15 Agustus 2013 | 14:55

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan jangan mengecilkan peran industri pasar modal dalam mendukung pendanaan bagi perusahaan untuk meraih modal ekspansi.

"Jangan kecilkan peran pasar modal untuk mendukung pendanaan," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dalam sambutan 'Peringatan 36 Tahun Diaktifkan Kembali Pasar Modal Indonesia' di Jakarta, Kamis (15/8).

Menurut dia saat ini kebutuhan modal industri perbankan terus dibutuhkan untuk mendukung ekspansi, kita sudah antisipasi ini agar perbankan melakukan 'go public', pasar modal dapat menjadi salah satu 'outlet' pendanaan.

Ia optimistis perusahaan sektor perbankan di Indonesia akan melakukan pelepasan saham ke publik melalui mekanisme penawaran umum saham perdana (IPO) untuk mendapatkan pendanaan.

Ia menambahkan pihaknya juga akan fokus mendorong industri pasar modal domestik sebagai sumber pendanaan serta sarana investasi yang atraktif dan kondusif bagi masyarakat.

"OJK ingin mewujudkan pasar modal kita sebagai sumber pendanaan yang mudah diakses, efisien, dan kompetitif. Kemudian menjadi sarana investasi yang atraktif dan kondusif, dan menjadi industri yang stabil, tahan uji dan likuid, kata dia.

Untuk mencapai tujuan itu, lanjut Muliaman, beberapa kegiatan yang menjadi fokus OJK di bidang pasar modal adalah upaya mendorong pendalaman pasar modal melalui peningkatan "supply" and demand" di pasar.

"Pendalaman pasar itu juga termasuk di dalam upaya membangun sinergi antara pasar modal, perbankan, dan industri keuangan non bank (IKNB) baik konvensional maupun syariah," ucapnya.

Menurut Muliaman, ketiga sektor di dalam pasar keuangan itu memang seharusnya tumbuh dan berkembang bersama dan saling melengkapi, dengan dibentuknya pengaturan yang harmonis.

"Kegiatan dan pertumbuhan pasar modal akan sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan industri perbankan dan IKNB demikian pula sebaliknya," kata dia.

Terkait peningkatan "supply" di pasar modal, Muliaman mengatakan OJK terus berusaha untuk menyederhanakan prosedur penawaran umum dan melakukan rasionalisasi kewajiban keterbukaan informasi berkelanjutan.

Gerakan Cinta Pasar Modal Muliaman mengatakan Otoritas Jasa Keuangan merencanakan untuk melakukan "grand launching" sebuah "Gerakan Cinta Pasar Modal" untuk mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia dan mampu memperkenalkan indusrinya lebih mendalam kepada masyarakat.

"Untuk mendorong pertumbuhan pasar modal, nanti akan ada 'grand launching' yang namanya Gerakan Cinta Pasar Modal dan Temu Calon Perusahaan Emiten. Kita harap pasar modal kita berkembang lebih lanjut ke tingkat yang lebih tinggi," kata dia.

Ia menilai saat ini pasar modal sangat memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional. OJK sendiri juga telah berupaya agar pasar modal menjadi alternatif pendanaan yang bisa diakses oleh masyarakat. Di mana hal tersebut guna mendorong perekonomian Indonesia.

"Kita berharap sektor-sektor itu bisa berkembang dan bertumbuh bersama-sama, sehingga pada akhirny bisa bermanfaat bagi perekonomian dan juga masyarakat," kata dia.(*/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!