ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

MIGRASI PROGRAM PT ASKES

Jamsostek: Takkan Ada Penurunan Kualitas Layanan
Kamis, 15 Desember 2011 | 14:42

JAKARTA - PT Jamsostek menjamin tidak akan ada penurunan kualitas pelayanan jaminan pelayanan (JPK) kesehatan menyusul rencana migrasi program tersebut ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (PT Askes) pada 2014 sebagaimana amanat UU BPJS.

Dirut PT Jamsostek Hotbonar Sinaga di Jakarta, Kamis, mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan kualitas pelayanan JPK. "Selama saya masih di sini, orientasi program akan tetap pada peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kepada peserta," kata Hotbonar.

Ketika diingatkan tentang rencana migrasi program JPK ke BPJS Kesehatan, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu yakin kualitas pelayanan tidak akan menurun. "Saya yakin, tidak akan turun, meskipun itu bukan wewenang kami lagi, tetapi pemerintah sebagai pengawas pelaksanaan jaminan sosial tidak akan menolerir penurunan kualitas layanan tersebut," katanya menandaskan.

PT Jamsostek mulai 1 Desember 2011 menjamin layanan cuci darah (hemodialisa), operasi jantung, pengobatan kanker dan pengobatan HIV/AIDS kepada pesertanya.

Direktur Pelayanan PT Jamsostek Djoko Sungkono mengatakan pihaknya juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan (medical check up) kepada peserta Jamsostek yang berusia 40 tahun.

Dengan sistem bilangan besar, kata Djoko, peningkatan kualitas dan kuantitas layanan bisa terus ditingkatkan sesuai dengan kinerja investasi dan perluasan kepesertaan.

"Prinsip kami, memberikan layanan sebanyak dan sebaik mungkin kepada peserta dengan harapan pekerja dan perusahaan menjadi peserta Jamsostek bukan sekadar memenuhi kewajiban UU (No.3/1992) tetapi juga karena benar-benar merasakan manfaatnya,"kata Djoko.

Pemberian layanan kesehatan berupa cuci darah (hemodialisa), operasi jantung, kanker dan HIV/AIDS diberikan kepada perusahaan yang mengikutsertakan pekerjanya dalam program JPK minimal selama satu tahun. Layanan tersebut diberikan di Pusat Pelayanan Kesehatan atau rumah sakit yang bekerja sama dengan PT Jamsostek.

Pekerja Khawatir
Sebelumnya kalangan pekerja mengkhawatirkan migrasi program JPK akan menurunkan kualitas pelayanan JPK.

Ketum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sjukur Sarto mengatakan, migrasi program ke BPJS Kesehatan (PT Askes) tidak akan mudah.

Alasannya, pemindahan tersebut tidak sekadar pemindahan peserta baru, tetapi juga peserta lama yang menyangkut data, penginputan, sistem, jaringan kerja, sistem komunikasi dan sebagainya.

Tidak hanya itu, migrasi JPK juga akan menurunkan kualitas pelayanan karena standar pelayanan mungkin akan disesuaikan dengan standar pelayanan bantuan sosial atau jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas).  "Sementara, pekerja selama ini membayar iuran untuk mendapatkan JPK standar Jamsostek," kata Sjukur. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!