ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 19 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Jakarta Setiabudi Bukukan Laba Rp 200 Miliar
Jumat, 30 Maret 2012 | 14:48

Direktur PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk Masaaki Tajima (dua kiri) bersama (dari kiri ke kanan) GM Frasers Hospitality Christoper Bong, Leader Architect Shimizu Corporation Kurihara, mendengarkan penjelasan GM Setiabudi Skygarden Apartment (SSG) Irza Ifdial (kanan) saat peluncuran SSG di Jakarta (20/2/2012). Foto: Investor Daily/ist Direktur PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk Masaaki Tajima (dua kiri) bersama (dari kiri ke kanan) GM Frasers Hospitality Christoper Bong, Leader Architect Shimizu Corporation Kurihara, mendengarkan penjelasan GM Setiabudi Skygarden Apartment (SSG) Irza Ifdial (kanan) saat peluncuran SSG di Jakarta (20/2/2012). Foto: Investor Daily/ist

JAKARTA - PT Jakarta Setiabudi International Tbk (JSPT) membukukan laba bersih 2011 senilai Rp 200,20 miliar, atau tumbuh 17,68 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 170,11 miliar.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan di Jakarta, Jumat, Direktur JSPT Lim Merry mengatakan kenaikan laba bersih ini seiring dengan peningkatan penjualan dan pendapatan yang tercatat sebesar Rp 1,07 triliun, atau tumbuh 3,88 persen dibandingkan periode 2010 sebesar Rp 1,03 triliun.

"Penjualan dan pendapatan ini dikontribusikan oleh pendapatan hotel senilai Rp 779,28 miliar, real estate senilai Rp 125,38 miliar, sewa ruang perkantoran senilai Rp 99,37 miliar, sewa pusat perbelanjaan sebesar Rp 66,27 miliar, penjualan unit apartemen dengan hak strata senilai Rp 2,39 miliar dan sisanya berasal dari sewa rumah bandar (townhouses) senilai Rp 490,37 juta," ujarnya.

Perseroan juga mengalami penurunan beban pokok penjualan menjadi Rp 322,85 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 339,66 miliar.

Hingga 31 Desember 2011, perseroan membukukan total aset senilai Rp 2,87 triliun, meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 2,48 triliun.

Sebelumnya, GM Financial Analyst JSPT Anton Goenawan mengungkapkan terjadinya krisis global di beberapa negara kawasan Eropa dan Amerika Serikat, tampaknya tidak mempengaruhi bisnis properti yang dijalani perseroan.

"Kita optimistis dapat terus bertumbuh ke depannya karena sejauh ini krisis ekonomi global tidak ada dampak bagi kinerja JSPT," katanya.

Menurut Anton, hal itu terlihat dari pendapatan bisnis sewa (recurring) yang sejauh ini terus bertumbuh, dengan hampir seluruh segmen usaha tetap bertumbuh, seperti sektor apartemen dan bisnis hotel. (tk/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close