ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 17 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Inhealth Bisa Masuk Holding BUMN Farmasi
Rabu, 25 April 2012 | 17:06

Inhealth mengelola program asuransi kesehatan komersial secara terpisah dari skema askes sosial untuk memenuhi ketentuan UU No.40/2004 mengenai Sistem Jaminan Sosial Nasional. Ilustrasi Foto:waspada Inhealth mengelola program asuransi kesehatan komersial secara terpisah dari skema askes sosial untuk memenuhi ketentuan UU No.40/2004 mengenai Sistem Jaminan Sosial Nasional. Ilustrasi Foto:waspada

JAKARTA - Kementerian BUMN tengah mengkaji rencana PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Inhealth) untuk menjadi bagian dalam holding BUMN farmasi, yang dinilai lebih baik daripada membentuk BUMN baru.

"Namun ini masih wacana bagaimana kalau masuk ke holding farmasi saja atau dirikan new corporation (perusahaan baru)," kata Deputi Menteri BUMN Bidang Jasa Parikesit Suprapto di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu.

Namun, kata Parikesit, bila Inhealth nantinya diubah menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BUMN akan makin banyak serta tidak sesuai dengan program restrukturisasi yang ingin memangkas jumlah BUMN.

Selain wacana penggabungan Inhealth ke dalam holding farmasi, ujarnya, pemerintah juga mengkaji keberadaan rumah sakit yang dikelola BUMN dapat dimasukkan ke holding tersebut.

"Semuanya kita kaji. Ini sesuai dengan arahan Pak Menteri (Menteri BUMN Dahlan Iskan) agar rumah sakit BUMN dapat dikelola oleh satu holding," tuturnya.

Inhealth rencananya ditransformasikan menjadi BUMN pada 2013 mendatang berkat meningkatnya pangsa pasar anak usaha PT Askes Persero tersebut.

Langkah ini dipertimbangkan karena Inhealth mengelola program asuransi kesehatan komersial secara terpisah dari skema askes sosial untuk memenuhi ketentuan UU No.40/2004 mengenai Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Askes memiliki 98 persen porsi saham di Inhealth, yang terdiri atas 294.000 lembar saham senilai Rp 294 miliar, sedangkan koperasi karyawan memiliki 2 persen atau 6.000 saham senilai Rp 6 miliar.

Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Syamsul Arifin mengatakan saat ini pemerintah telah membentuk tim gabungan holding BUMN farmasi, yang meliputi PT Kimia Farma Tbk, PT Indofarma Tbk, serta Kementerian BUMN.

"Salah satu putusannya adalah mengurangi jenis produk di antara dua BUMN farmasi tersebut," kata Syamsul seperti dikutip Antara.

Tim gabungan pembentukan holding BUMN farmasi telah menyepakati beberapa hal. Antara lain menata distribusi obat, dan mengurangi jenis produksi sehingga kapasitas diharapkan akan meningkat. Selain itu, mengurangi pembuatan obat yang serupa baik di Kimia Farma maupun Indofarma. (tk)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close