ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Indonesia Berpeluang Jadi 7 Besar Ekonomi Dunia
Rabu, 27 Maret 2013 | 6:44

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Wamen PU Hermanto Dardak, dan Dirut Pelabuhan Indonesia II (IPC) RJ Lino melihat maket rencana pembangunan Terminal Kalibaru/New Priok di sela groundbreaking di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (22/3). Terminal Kalibaru atau New Priok tahap 1 nantinya terdiri atas tiga terminal peti kemas dan dua terminal produk BBM di atas lahan 195 hektare dengan penambahan kapasitas 4,5 juta TEUs peti kemas serta 9,4 juta m3 produk minyak dan gas. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Wamen PU Hermanto Dardak, dan Dirut Pelabuhan Indonesia II (IPC) RJ Lino melihat maket rencana pembangunan Terminal Kalibaru/New Priok di sela groundbreaking di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (22/3). Terminal Kalibaru atau New Priok tahap 1 nantinya terdiri atas tiga terminal peti kemas dan dua terminal produk BBM di atas lahan 195 hektare dengan penambahan kapasitas 4,5 juta TEUs peti kemas serta 9,4 juta m3 produk minyak dan gas. Foto: Investor Daily/DAVID GITA ROZA

MAKASSAR - Indonesia berpeluang masuk menjadi tujuh besar negara kekuatan ekonomi dunia pada 2030, mengalahkan Jerman dan Inggris. Tahun lalu, PDB Indonesia US$928,274 miliar dengan pendapatan perkapita pertahun US$3.910.

"Indonesia diramalkan menjadi negara maju dengan pendapatan sekitar US$24.000 perkapita pada 2050 berdasarkan riset The Economist 2012," kata Ketua Umum Apindo Sulawesi Selatan, La Tunreng, pada Lokakarya dan Sosialisasi peluang Komunitas Ekonomi ASEAN (KEA) 2015, di Makassar, Selasa.

Menurut dia, berdasarkan riset yang diambil dari Mc Kingsey Institute, Indonesia akan masuk dalam tujuh besar kekuatan ekonomi dunia pada 2030 mengalahkan Jerman dan Inggris. Hal ini juga memasukkan indikator jumlah penduduk masing-masing negara.

Dari sisi kependudukan, kata dia, akan tumbuh kelas menengah Indonesia dari 45 juta orang pada 2010 menjadi 135 juta orang pada 2030 atau tumbuh sekitar 90 juta orang.

Selain itu, Indonesia diprediksi bersama negara-negara BRIC (Brazil, Rusia, India, dan China) akan mendominasi PDB dunia dengan pangsa lebih dari 50% pada 2025.  "PDB perkapita kita diperkirakan akan mencapai sekitar US$15.000," katanya.

Dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,3% dibandingkan dengan Malaysia 5,4%, Thailand 5%, Singapura 1,2%, Fhilipina 6,6%, dan Vietnam 5,7%.

Indonesia sebagai negara dengan perekonomian ke-16 di dunia, nomor 4 di Asia, setelah China, Jepang dan India serta terbesar di Asia Tenggara.

Salah satu keunggulan komparatif Indonesia yang belum diseriusi adalah sektor perikanan laut dan produk turunan. Potensi pendapatan negara dari ikan tangkapan laut pada 2010 sekitar US$4 miliar. (ant/gor)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!