SBY DAN CAMERON SAKSIKAN PENANDATANGANAN MOU
Indonesia Bakal Miliki Frigate Inggris
Laporan Primus Dorimulu dari London | Minggu, 4 November 2012 | 11:57
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bersama PM Inggris David Cameron saat melakukan pertemuan bilateral di Jalan Downing 10, London, Inggris, Kamis (1/11). Pada pertemuan tersebut ditandatangani tiga memorandum of understanding (MoU) dan satu kesepakatan bersama antarkedua negara. Foto: Investor Daily/rumgapres LONDON – Indonesia bakal memiliki tiga kapal perang canggih jenis multi role light Frigate dari Inggris. Dengan tambahan kapal ini, TNI kini memiliki alutsista yang bisa diandalkan untuk menjaga setiap jengkal wilayah NKRI dari ancaman musuh. Tiga Frigate itu dibeli Indonesia sebesar 20% dari harga jual.
“Inggris mendukung penuh upaya Indonesia menjaga keamanan dan memperkuat pertahanan,” kata Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro kepada Investor Daily di London, Jumat (2/11).
Sehari sebelumnya, Menhan Indonesia dan koleganya Menhan Inggris Philip Hammond menandatangani nota kesepahaman bidang pertahanan di kediaman Perdana Menteri Inggris David Cameron di Downing Street No 10, London, Inggris.
Penandatanganan itu disaksikan oleh Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Nota kesepahaman itu merupakan sinyal semangat dan keinginan kedua pihak untuk mengembangkan kerja sama keamanan dan pertahanan di masa akan datang. Kerja sama Indonesia-Inggris telah dimulai sejak 1997 saat keduanya berjanji untuk mempererat kerja sama.
Kapal multi role light Frigate yang akan dibeli dari Inggris, kata Purnomo, awalnya hendak dibeli Brunei Darussalam. Namun, negara kecil itu kemudian membatalkan pembelian dengan alasan tidak terlalu dibutuhkan. “Kita beruntung bisa membeli Frigate itu karena harganya hanya 20% dari harga jual kepada Brunei,” kata Purnomo.
Baca selengkapnya di Investor Daily versi digital di
http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
‘BEI Hanya Kalah Oleh Bursa Singapura’
Samsung Diminta Jadikan Indonesia Basis Produksi
OJK: Pasar Modal Asean Harus Sederajad
Pengembang Singapura Jajaki Investasi di Indonesia
Krakatau Steel tak Bagikan Dividen
Indonesia Harus Serius Kembangkan Inovasi Teknologi