ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 28 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Indonesia Akan Beli Kapal Frigate dari Inggris
Rabu, 16 Januari 2013 | 16:49

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) berencana membeli tiga unit kapal laut jenis multi role light Frigate alias kapal perusak kawal rudal (PKR) dari Inggris.

"Pembelian alutsista dari Inggris juga diikuti ToT (transfer teknologi) sehingga Indonesia dapat mengembangkan alutsista sejenis di kemudian hari," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro usai menerima kunjungan Menhan Inggris Philip Hammond di Kantor Kemhan, Jakarta, Rabu.

Namun, dirinya belum memastikan kapan pembelian itu direalisasikan sebab masih dalam tahap rencana. "Kami akan mengirim tim untuk memastikan dan memeriksa spesifikasi kapal laut tersebut," ujarnya.

Purnomo mengatakan kunjungan kehormatan Menhan Inggris Philip Hammond di kantor Kemhan terkait upaya kedua negara meningkatkan hubungan kerjasama yang sudah terjalin lama.

"Kunjungan ini juga untuk menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dan Inggris yang ditandatangani pada 1 November 2012 di London, Inggris," katanya.

Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, pertemuan kedua menteri itu sebagai bentuk untuk merekatkan kerja sama kedua negara di bidang pertahanan, baik dalam bentuk pembelian alutsista maupun kerjasama latihan prajurit bersama.

Sjafrie mengatakan pada 2013, Kemhan memiliki anggaran Rp 81 triliun yang diperuntukkan untuk belanja alutsista. Namun, untuk pembelian alutsista dari Inggris tidak terlalu besar, yakni hanya membeli multi role light Frigate alias kapal perusak untuk TNI Angkatan Laut. Sebab, Kemhan lebih mengutamakan untuk mengembangkan industri pertahanan dalam negeri.

"Tidak ada rencana untuk membeli Tank Scorpion dari Inggris. Untuk tank ringan, skala pengembangan dilakukan untuk industri dalam negeri. Untuk tank berat, kami sudah membeli Tank Leopard," paparnya.

Adapun untuk TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Udara, tambah Wamenhan, kebanyakan mendapat pasokan alat tempur dari dalam negeri, termasuk PT PAL dan PT Pindad. Oleh karena itu, diharapkan rencana Kemhan itu mendapat dukungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk bisa mendapat fasilitas akselerasi.

"Sebagai ketua High Level Committee (HLC), saya melakukan pengawasan untuk percepatan delivery modernisasi alutsista pada semester awal ini," katanya.

Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan, Mayjen TNI Ediwan Prabowo mengatakan, Kemhan telah menjalin kontak dengan beberapa perusahaan di Inggris untuk memenuhi kebutuhan peluru kendali antipesawat starstreak, suku cadang pesawat Skyhook, dan suku cadang Tank Scorpion.

"Serta beberapa perawatan alutsista yang bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan di Inggris," tuturnya.

Di tempat yang sama, Menhan Inggris Philip Hammond mengatakan, kunjungan ke Indonesia secara jelas mencerminkan komitmen negaranya untuk memperkuat hubungan pertahanan dengan Indonesia. "Kunjungan ini adalah bukti akan hubungan Indonesia dan Inggris yang semakin kuat," kata Hammond. (tk/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!