ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 18 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Impor Sapi Potong Rugikan Peternak Lokal
Oleh Alina Musta’idah | Jumat, 19 Juli 2013 | 10:59

Sejumlah pedagang menata sapi dagangannya usai diturunkan dari mobil terbuka, di pasar Keppo, Pamekasan, Jatim, 16 Juli 2013. Foto: Investor Daily/ANTARA FOTO/Saiful Bahri/ed/ama/13 Sejumlah pedagang menata sapi dagangannya usai diturunkan dari mobil terbuka, di pasar Keppo, Pamekasan, Jatim, 16 Juli 2013. Foto: Investor Daily/ANTARA FOTO/Saiful Bahri/ed/ama/13

JAKARTA – Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) menilai keputusan pemerintah untuk impor sapi siap potong tanpa kuota, hingga harga daging sapi di dalam negeri stabil tidak tepat.

Kebijakan tersebut hanya akan merugikan peternak lokal karena membuat harga daging akan terus berpotensi turun sementara petani belum menikmati keuntungan yang signifikan atas kenaikan harga daging yang terjadi akhir-akhir ini.

Ketua Umum PPSKI Teguh Boediyana mengungkapkan, impor sapi siap potong untuk menstabilkan harga daging di dalam negeri terlalu esktrem bagi peternak lokal. Sebab, harga sapi potong dan daging yang saat ini terbentuk sejatinya merupakan dampak dari kebijakan pemerintah. Pemerintah telah menerapkan pembatasan impor daging, baik sapi bakalan maupun daging beku, dengan didasarkan pada data populasi sapi potong yang tidak akurat.

“Harga berpotensi turun drastis, padahal peternak belum menikmati keuntungan yang signifikan. Apakah nanti ada subsidi bagi peternak lokal jika tiba-tiba harga anjlok? Peternak kan juga ingin menikmati untung, menikmati Lebaran,” kata dia di Jakarta, Kamis (18/7).

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close