ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 29 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Impor Gula Putih Dievaluasi
Senin, 3 Januari 2011 | 20:09

JAKARTA - Pemerintah segera mengevaluasi pelaksanaan impor gula kristal putih untuk memenuhi kebutuhan komoditas tersebut sebelum musim giling tebu tiba.

"Izin sudah dikeluarkan dan setahu saya satu dua importer sudah melakukan kontrak impor. Kami segera memanggil mereka (pelaksana impor) untuk evaluasi," kata Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu saat menyampaikan keterangan pers bersama menteri-menteri bidang ekonomi di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian Jakarta, Senin.

Pemerintah, kata dia, akan mengidentifikasi masalah yang dihadapi perusahaan-perusahaan yang sudah diberi izin mengimpor gula kristal putih dengan kuota tertentu dalam merealisasikan impor sesuai tenggat waktu yang ditetapkan.

"Apakah kalau harga tinggi masih bisa masuk atau ada alasan lain. Kami akan pelajari kenapa ada keterlambatan melakukan kontrak impor," katanya.

Harga gula di pasaran internasional saat ini sudah melebihi 700 dolar AS per ton. Harga gula internasional cenderung tinggi karena produksi negara penghasil gula besar dunia, seperti Brasil dan Thailand, terbatas akibat faktor cuaca.

Kementerian Perdagangan sudah mengeluarkan izin impor gula kristal putih sebanyak 450 ribu ton pada September 2010 untuk memenuhi kebutuhan komoditas tersebut pada lima bulan pertama tahun 2011.

Izin impor gula kristal putih diberikan kepada PT Perusahaan Nusantara IX, X dan XI; PT Rajawali Nusantara Indonesa (RNI); PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan Perum Bulog.

Alokasi ijin impor gula kristal putih untuk PTPN IX sebanyak 70 ribu ton; PTPN X sebanyak 90 ribu ton; PTPN XI sebesar 90 ribu ton; PT RNI 50 ribu ton; PT PPI 90 ribu ton dan Perum Bulog 60 ribu ton.

Pemerintah meminta perusahaan-perusahaan tersebut melakukan impor gula mulai 1 Januari-15 April 2011, sebelum masuk musim giling tebu. (tk)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!