ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 24 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Impor Bulanan Capai Angka Tertinggi Selama 2011
Senin, 1 Agustus 2011 | 14:57

JAKARTA- Total nilai impor bulanan Indonesia mencapai angka tertinggi pada Juni 2011, yakni sebesar US$15,08 miliar  atau naik 28,26% dibanding periode yang sama tahun lalu, demikian menurut data resmi Badan Pusat Statistik (BPS).

"Ini merupakan angka impor bulanan tertinggi sampai sekarang, untuk pertama kalinya impor melebihi 15 miliar dolar AS," kata Kepala BPS Rusman Heriawan di Jakarta, Senin.

Peningkatan impor pada Juni, menurut data BPS, kebanyakan disumbang oleh impor barang nonmigas yang selama kurun waktu itu nilainya US$11,84 miliar.

Dalam hal ini impor nonmigas paling besar terdiri atas golongan barang mesin dan peralatan mekanik dengan US$2,03 miliar, naik 6,18% dari bulan sebelumnya.

Negara yang banyak memasok barang nonmigas selama Juni adalah Tiongkok dengan nilai impor US$2,30 miliar kemudian Jepang (US$1,58 miliar) dan Thailand (US$906,9 juta).

"Thailand menggeser posisi Singapura yang sebelumnya merupakan negara pemasok barang impor terbesar ketiga," kata Rusman.

Sementara kontribusi impor migas bulan Juni tercatat menurun 11,06% dari bulan sebelumnya menjadi US$3,24 miliar.

Semester I BPS juga mencatat, selama semester I 2011 nilai total impor Indonesia mencapai US$83,59 miliar atau meningkat 32,82% dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Walau cukup tinggi, kenaikannya masih lebih rendah dari kenaikan ekspor yang sebesar 36,02% jadi masih tetap surplus. Ini sinyal bagus bagi perdagangan kita," katanya.

Selama enam bulan pertama tahun 2011, nilai impor nonmigas tercatat US$64,35 miliar dan impor migas US$19,24 miliar.

Mesin dan peralatan mekanik tetap menjadi golongan barang yang paling banyak diimpor selama Januari-Juni 2011 dengan nilai impor 11,13 miliar dolar AS atau naik 21,43% dari kurun yang sama tahun lalu.

Rusman menjelaskan pula bahwa pasokan barang impor nonmigas selama semester I 2011 sebagian besar berasal dari Tiongkok (18,73%), kemudian Jepang (13,45%) dan Thailand (8,06%).

Sementara peran impor nonmigas dari negara-negara ASEAN dan Uni Eropa tercatat berturut-turut 22,59% dan 8,93%.(ant/hrb)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




7:25pm | Trafik Telkomsel Naik Saat Pem...
ya saya sangat setuju bahwa media sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat saat ini. dengan adanya media seperti fasilitas internet yang dapat diakses salah satunya oleh provider telkomsel memudahkan masyarakat untuk mendapatkan ...

3:30am | KPK Tetapkan Ketua BPK Sebagai...
Ayo dukung perjuangan kami, korban investasi PT. Exist Assetindo di www.facebook.com/korban.exist

Close