ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Senin, 21 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Hendardi: Polisi Harus Tindak Pelaku Kekerasan Beragama
Rabu, 22 Desember 2010 | 17:14

JAKARTA- Ketua Badan Pengurus Setara Institut, Hendardi, menegaskan, pihak kepolisian harus menindak pelaku kekerasan yang mengatasnamakan agama, seperti yang terjadi di Rancaekek, Kabupaten Bandung (Jabar) pada Minggu (12/12).

"Selama ini, kasus kekerasan yang mengatasnamakan agama selalu tidak ditanggapi oleh kepolisian. Hanya dua kasus dari beberapa kasus kekerasan yang ditanggapi kepolisian, salah satunya kasus insiden Monas," katanya di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, pascainsiden Monas tersebut, kasus kekerasan yang mengatasnamakan agama cenderung menurun, bahkan hampir tidak ada.

Namun, lanjut dia, bila tidak ada tindakan hukum terhadap pelanggar kebebasan beragama, maka kasusnya cenderung meningkat. Belum selesai kasus kekerasan terhadap jemaat HKBP di Ciketing, Bekasi, kini sudah ada lagi kasus kekerasan yang menimpa jemaat HKBP di Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Ia berharap aparat kepolisian dalam mengusut kasus kekerasan beragama tidak terjebak urusan politik karena kepolisian merupakan aparat penegak hukum yang tidak terpengaruh politik.

"Di daerah seringkali aparat penegak hukum dan pemerintah daerah tidak mau mengusut kasus kekerasan mengatasnamakan agama karena mereka ada kepentingan politik, seperti dukungan dari tokoh masyarakat setempat dan lainnya," katanya.

Hendari mengatakan, mulai terpilihnya Timur Pradopo sebagai Kapolri hingga saat ini belum ada tindakan yang konkret dari Kapolri untuk menegakkan hukum, salah satunya kasus kekerasan yang mengatasnamakan agama.

"Sudah beberapa bulan Timur Pradodo menjabat sebagai Kapolri, hingga saat ini belum ada prestasi apa pun dari kepolisian. Perombakan di internal kepolisian pun belum terlalu banyak," katanya seraya berharap agar kepolisian melakukan penegakan hukum tanpa `pandang bulu`. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close