Hendardi: Polisi Harus Tindak Pelaku Kekerasan Beragama
Rabu, 22 Desember 2010 | 17:13
Hendardi. Foto: Ist JAKARTA- Ketua Badan Pengurus Setara Institut, Hendardi, menegaskan, pihak kepolisian harus menindak pelaku kekerasan yang mengatasnamakan agama, seperti yang terjadi di Rancaekek, Kabupaten Bandung (Jabar) pada Minggu (12/12).
"Selama ini, kasus kekerasan yang mengatasnamakan agama selalu tidak ditanggapi oleh kepolisian. Hanya dua kasus dari beberapa kasus kekerasan yang ditanggapi kepolisian, salah satunya kasus insiden Monas," katanya di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan, pascainsiden Monas tersebut, kasus kekerasan yang mengatasnamakan agama cenderung menurun, bahkan hampir tidak ada.
Namun, lanjut dia, bila tidak ada tindakan hukum terhadap pelanggar kebebasan beragama, maka kasusnya cenderung meningkat. Belum selesai kasus kekerasan terhadap jemaat HKBP di Ciketing, Bekasi, kini sudah ada lagi kasus kekerasan yang menimpa jemaat HKBP di Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Ia berharap aparat kepolisian dalam mengusut kasus kekerasan beragama tidak terjebak urusan politik karena kepolisian merupakan aparat penegak hukum yang tidak terpengaruh politik.
"Di daerah seringkali aparat penegak hukum dan pemerintah daerah tidak mau mengusut kasus kekerasan mengatasnamakan agama karena mereka ada kepentingan politik, seperti dukungan dari tokoh masyarakat setempat dan lainnya," katanya.
Hendari mengatakan, mulai terpilihnya Timur Pradopo sebagai Kapolri hingga saat ini belum ada tindakan yang konkret dari Kapolri untuk menegakkan hukum, salah satunya kasus kekerasan yang mengatasnamakan agama.
"Sudah beberapa bulan Timur Pradodo menjabat sebagai Kapolri, hingga saat ini belum ada prestasi apa pun dari kepolisian. Perombakan di internal kepolisian pun belum terlalu banyak," katanya seraya berharap agar kepolisian melakukan penegakan hukum tanpa `pandang bulu`. (gor/ant)
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Penjualan Aset Tak Terkait Pilpres
Mendag: EKonomi Indonesia Terbesar ke-15 di Dunia
Indonesian Bimmers Gelar Gathering di Buperta Cibubur
BBM Naik, Negara Berpotensi Menghemat Rp 40-50 Triliun
Kemkominfo dan BRTI Kaji Merger XL dan Axis
OJK Tingkatkan Investor Domestik untuk Perkuat Likuiditas
Pelaku Pasar Inginkan Kenaikan Harga BBM