ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Mei 2013
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook

Hendardi: Hentikan Kekerasan di Papua
Selasa, 1 November 2011 | 15:30

JAKARTA- Pengamat politik sekaligus Ketua Setara Institut, Hendardi, meminta pemerintah segera menghentikan segala bentuk kekerasan di Papua dan menegakkan hukum terhadap seluruh aksi kekerasan yang terjadi di provinsi itu.

"Meningkatnya kekerasan di Papua, menunjukan pemerintah tidak selesaikan masalah secara damai," ujarnya dalam diskusi bertema" Kabinet Boros dan Bobrok Percepat Disintegrasi NKRI, bertempat di Rumah Perubahan 2.0" di Jakarta, Selasa (1/11).

"Harus ada pemutusan siklus kekerasan," kata Hendardi menambahkan.

Menurut dia permasalahan yang terjadi di Papua harus diselesaikan melalui jalan damai, sehingga tidak ada alasan pemerintah untuk menggunakan cara kekerasan.

Hendardi menekankan yang terpenting adalah peran pemerintah yang memiliki keberanian politik untuk menghadapi masyarakat papua dengan melakukan dialog bersama.

"Secara terbuka pemerintah juga perlu melakukan evaluasi terhadap pembangunan di Papua," ujar Hendardi.

Pembangunan daerah yang memihak kepada masyarakat Papua juga diminta oleh salah satu tokoh muda Papua, Edo Kondologit yang juga menghadiri diskusi tersebut.

"Orang Papua harus dipandang sebagai anak bangsa juga, janganlah pilih kasih".

Menurut Edo yang juga seorang penyanyi itu, seharusnya ada perubahan cara pandang pemerintah terhadap masyarakat Papua.

"Jangan anggap kami ini primitif, atau bodoh, pemabuk dan separatis, kami adalah bagian dari bangsa ini," tambah Edo. (ant/hrb)




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close