ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 23 April 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Erwindo Luncurkan Benih Sayuran Antivirus Gemini
Senin, 7 Mei 2012 | 22:40

Direktur PT East West Seed Indonesia (Ewindo) Afrizal Gindow mengenalkan cara budi daya buah terong hibrida kepada sejumlah siswa Sekolah Dasar Al Azhar yang berkunjung ke pabrik Ewindo, di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (5/1). Selain mengenalkan cara menanam, merawat, dan sosialisasi untuk mendorong konsumsi sayuran sejak dini. Ewindo pada 2012 berencana meluncurkan sedikitnya lima varietas baru sayuran unggul tahan penyakit guna meningkatkan produktivitas petani sayur nasional. Foto: Investor Daily/ ANTARA/Audy Alwi/nz/11 Direktur PT East West Seed Indonesia (Ewindo) Afrizal Gindow mengenalkan cara budi daya buah terong hibrida kepada sejumlah siswa Sekolah Dasar Al Azhar yang berkunjung ke pabrik Ewindo, di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (5/1). Selain mengenalkan cara menanam, merawat, dan sosialisasi untuk mendorong konsumsi sayuran sejak dini. Ewindo pada 2012 berencana meluncurkan sedikitnya lima varietas baru sayuran unggul tahan penyakit guna meningkatkan produktivitas petani sayur nasional. Foto: Investor Daily/ ANTARA/Audy Alwi/nz/11

JAKARTA- Produsen benih sayuran hibrida "Cap Panah Merah" PT East West Seed Indonesia (Erwindo) meluncurkan benih sayuran tomat, kacang panjang, dan timun yang tahan terhadap virus gemini.

"Terdapat sembilan varietas yang Ewindo tawarkan, enam untuk tomat, dua kacang panjang, dan satu mentimun," kata Direktur Sales dan Marketing Afrizal Gindow di jakarta, Senin.

Afrizal mengatakan bahwa Erwindo akan memperkenalkan produk itu kepada 250 petani yang diundang dalam acara expo "innovation for Solution"" yang digelar perusahaan pada 8--9 Mei 2012 di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Ia berharap kehadiran varietas tahan virus gemini ini menjadi jawaban atas serangan virus terhadap tanaman sayuran di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan Selatan yang mengalami endemi terbesar.

Afrizal mengutarakan bahwa serangan virus Gemini akan membuat tanaman tidak mampu berproduksi lagi karena menyerang daunnya yang merupakan alat fotosintesis pada tanaman.

"Bahkan, di Kalimantan Selatan akibat serangan virus ini petani setempat mengalami kerugian besar karena tidak mampu panen sama sekali dalam dua sampai tiga tahun terakhir," ujar dia.

Menurut Afrizal, benih hibrida tahan virus sebenarnya telah dikembangkan Ewindo melalui proses riset sejak 2007. Idealnya perusahaan riset memperbarui varietas unggul lima tahun sekali.

“Ewindo menyisihkan 30% investasi yang ditanamkan untuk riset dan pengembangan memproduksi varietas unggul, seperti untuk varietas tahan virus gemini bersumber dari investasi sembilan tahun lalu,” katanya.

Penyebaran virus gemini sendiri hanya dapat diputus dengan menanam benih yang tahan terhadap penyakit ini. Penyebaran penyakit virus sulit ditanggulangi meningat media penyebarannya melalui sejenis kutu yang berterbangan di udara.
"Kerugian yang dialami petani akibat penyakit ini mencapai Rp30 juta--Rp40 juta per hektare apabila sama sekali tidak panen," ujarnya.

Untuk mengatasi penyakit itu, kata dia, petani harus menggunakan benih yang berkualitas, rajin membersihkan lahan, dan menggunakan pestisida seperlunya.

Kemudian kebijakan pemerintah di bidang karantina harus diperketat, terutama untuk jenis tanaman impor agar tidak membawa penyakit baru bagi tanaman di Indonesia.

Pada acara yang digelar di Pusat Riset dan Pengembangan Benih Ewindo di Purwakarta, para petani juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dengan para ahli dari Ewindo mengenai, antara lain pengendalian hama dan penyakit tanaman, teknik budi daya tanaman, manfaat menggunakan benih unggul, dan pengenalan varietas-varietas lainnya.

Selain itu, para petani dapat bertukar pengalaman dengan petani dari daerah lain untuk menambah wawasan. Ia berharap petani yang ikut serta dalam Expo Nasional ini dapat menularkan ilmu yang didapat kepada petani lain di daerahnya masing-masing.

Sebelum menggelar acara Expo Nasional, akhir April lalu Ewindo juga memberikan bantuan berupa pembangunan 400 shelter dan nethouse kepada petani di Jember dan Banyuwangi, Jawa Timur, yang diperkirakan menelan biaya sebesar 1,196 juta euro atau sekitar Rp14,35 miliar.

Ewindo juga telah membangun delapan unit greenhouse untuk para petani di daerah Banyuwangi. Greenhouse ini dimanfaatkan oleh petani membudidayakan tanaman tomat untuk memproduksi benih. "Kami berharap bisa semakin dekat dengan para petani dan terus mewujudkan komitmen perusahaan untuk menjadi sahabat petani yang paling baik," kata Afrizal.

Selain itu, Ewindo juga membina lebih dari 10.000.000 petani komersial yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Ewindo didukung oleh 100% karyawan lokal, termasuk peneliti dalam negeri.

Hingga 2012, Ewindo telah menghasilkan sebanyak 170 varietas benih unggul dan telah mendapatkan sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura dan ISO 9001:2008. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!




Close