ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 29 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

Empat BUMN Dapat Tambahan PMN 2012
Kamis, 13 Oktober 2011 | 21:40

Sejumlah calon penumpang melakukan reservasi tiket di pusat pemesanan tiket pesawat Merpati di Kemayoran, Jakarta, beberapa waktu lalu. Kementerian BUMN mengkaji opsi suntikan penyertaan modal negara (PMN) untuk PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Opsi itu di luar dana Rp 561 miliar yang akan disalurkan pemerintah ke MNA melalui PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA). Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN Sejumlah calon penumpang melakukan reservasi tiket di pusat pemesanan tiket pesawat Merpati di Kemayoran, Jakarta, beberapa waktu lalu. Kementerian BUMN mengkaji opsi suntikan penyertaan modal negara (PMN) untuk PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Opsi itu di luar dana Rp 561 miliar yang akan disalurkan pemerintah ke MNA melalui PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA). Foto: Investor Daily/EKO S HILMAN

JAKARTA- Empat perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipastikan mendapatkan tambahan penyertaan modal negara (PMN) dalam APBN 2012.

Mereka adalah PT PAL Indonesia sebesar Rp648,330 miliar berupa fresh money, PT Pindad Rp696,7 miliar berupa fresh money, PT Merpati Nusantara sekitar Rp561 miliar, serta PT Industri Kapal Indonesia.

Demikian materi rapat Panja Restrukturisasi BUMN Komisi VI DPR yang disampaikan oleh Deputi Menteri BUMN bidang Industri Strategis dan Manufaktur, dan Deputi Menteri BUMN bidang Infrastruktur dan Logistik di Jakarta, Kamis.

Dari delapan yang diusulkan, hanya empat BUMN Strategis yang mendapatkan tambahan PMN dalam APBN 2012, demikian hasil rapat dengar pendapat Panja Restrukturisasi dan PMN dengan Komisi IV DPR pada 5 Oktober 2011.

Sedangkan empat perusahaan lainnya, yaitu PT Dirgantara Indonesia sekitar Rp1 triliun berupa fresh money, Perum LKBN Antara dengan total Rp250,1 miliar yang diusulkan Menteri BUMN kepada Menteri Keuangan, PT PMN Rp900 miliar berupa fresh money, PT Kertas Leces, dan PT Garam dengan total sekitar Rp2 triliun akan menyusul.

Menteri BUMN melalui surat nomor: 304/MBU.5/2011 tanggal 10 Oktober 2011 telah menugaskan PT Perusahaan Pengelola Aset Persero untuk segera menyelesaikan kajian penggunaan tambahan dana PMN pada PT PAL dalam APBN-P 2011, serta kelayakan kebutuhan dana PMN dalam APBN Tahun Anggaran 2012 kepada PAL sebesar Rp1 triliun serta kelayakan rencana tambahan dana PMN kepada PAL, Pindad, Industri Kapal Indonesia, Merpati, LKBN Antara, Kertas Leces, PT Garam selambat-lambatnya 15 Oktober 2012.

Menteri BUMN melalui surat nomor: 305 sampai dengan 311/MBU.5/2011 tanggal 10 Oktober 2011 telah menginstruksikan seluruh BUMN tersebut untuk segera menyelesaikan rencana bisnis dengan kebutuhan dana tambahan kepada PPA selambat-lambatnya 12 Oktober 2011.

Sampai dengan semester I 2011, PPA sedang menangani restrukturisasi dan revitalisasi 15 BUMN, dengan empat BUMN memasuki tahap uji tuntas, yaitu PT Varuna Tirta Prakasya , PT Boma Bisma Indra, Perum PPD dan PT Industri Sandang Nusantara.

Sedangkan tiga BUMN dalam tahap usulan skema restrukturisasi dan revitalisasi, yakni Perum Produksi Film Negara, PT Balai Pustaka dan PT Djakarta Lloyd. Tiga BUMN dalam tahap penetapan dan persetujuan skema RR, meliputi PT KKA, PT Survai Udara Penas, dan PT Industri Kapal Indonesia.

Terakhir, lima BUMN dalam tahap implementasi dan monitoring, yaitu PT Waskita Karya, PT PAL Indonesia, PT Industri Gelas, PT Dirgantara Indonesia, dan PT Merpati Nusantara Indonesia. (gor/ant)


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!