ENERGY INFRASTRUCTURE & TRANSPORTATIONS AGRIBUSINESS INDUSTRIES, TRADE & SERVICES TELECOMMUNICATION SPORT LIFESTYLE HOTEL AUTOMOTIF TOURISM FAMILY BOOK & CINEMA DINING OUT PROFIL COSMOPOLITAN WAWANCARA
ID Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 25 Juli 2014
Pencarian Arsip
Kunjungi kami di twitter facebook Google+

E-commerce dan Sistem Pembayaran
Oleh Achmad Deni Daruri | Rabu, 6 Juli 2011 | 9:48

Sistem pasar baru berjalan sempurna apabila system pembayarannya berjalan efisien. Perkembangan teknologi kini semakin penting dalam memperlancar system pembayaran. Teknologi sangat membantu mempermudah, mempercepat, dan menciptakan rasa aman dalam suatu proses pembayaran.

Kekhawatiran bahwa teknologi bisa menciptakan rasa tidak aman dalam pembayaran sudah semakin terjawab dengan semakin berkembangnya “teknologi keamanan” yang semaikin canggih. Sejujurnya, kebanyakan kejahatan atau fraud justru terjadi akibat penerapan teknologi yang sudah usang dalam sistem pembayaran.

Dalam beberapa tahun belakangan ini telah berkembang secara signifikan apa yang disebut e-commerce atau juga biasa disebut dengan istilah ecom atau emmerce. Menurut Laudon & Laudon (1998), e-commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan komputer sebagai perantara transaksi bisnis.

Dalam setiap aktivitasnya, e-commerce menggunakan transmisi electronic data interchange (EDI), email, electronic bulletin boards, mesin faksimile, dan electronic funds transfer yang berkenaan dengan transaksitransaksi belanja di internet shopping, online, dan lain-lainya.

Menurut riset Forrester, perdagangan elektronik telah menghasilkan penjualan seharga US$ 12,2 miliar pada 2003. Sementera laporan lain menyebutkan, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai triliunan dolar AS pada 2011.

Efisien dan Efektif
E-commerce kini memang telah menjadi bagian penting dari system pembayaran. Dengan e-commerce suplai bahkan bisa menciptakan kebutuhannya sendiri. Makanya semakin besar perusahaan e-commerce akan semakin besar pula permintaan jasa perdagangan elektronik.

Dalam hal sebuah perusahaan ecommerce yang sukses, torehan kesuksesannya itu diperoleh tidak hanya dengan mengandalkan kekuatan produk, tapi juga adanya tim manajemen yang andal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, tersedianya jaringan infrastruktur dan keamanan yang memadai, dan desain situs web yang bagus.

Di luar hal-hal tersebut di atas, sukses sebuah e-commerce ditentukan pula oleh harga yang kompetitif, tersedianya data/informasi yang memadai, serta pendistribusian yang cepat dan tetap.

Dalam sebuah perusahaan yang telah menggunakan e-commerce sebagai sistem transaksi atau pembayaran, indikator nilai keekonomiannya akan tampak melalui beberapa hal: apakah kehadirannya dapat meningkatkan pangsa pasar, mampu biaya operasional, memperluas jangkauan, meningkatkan loyalitas pelanggan, meningkatkan efisiensi, dan memperpendek waktu produksi. Singkatnya, dengan menggunakan e-commerce maka perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dalam meningkatkan keuntungannya.

Informasi Itu Komoditas
Karena sistem pembayaran e-commerce bersifat online, maka sistem ini sangat tergantung kepada system keamanan internet. Pencurian data nasabah merupakan hal yang sangat rawan terjadi, sebagaimana pernah dialami Sony dan Lockheed. Bahkan data nasabah Sony di Indonesia dan Malaysia pernah di-hacked. Jadi tidaklah mengherankan jika 90% penduduk di Inggris tidak mempercayai keamanan perdagangan dengan transaksi online.

Sebaliknya, negara berkembang seperti Indonesia dan Malaysia lebih mempercayai sistem ini. Konsekuensinya, system pembayaran ini harus melakukan investasi keamanan dalam sistem transaksi online-nya.

Sejauh ini bank pembayaran yang menjalankan transaksi online telah memiliki kemampuan teknologi yang lebih baik dalam konteks keamanan pembayaran. Munculah penyedia jasa pembayaran yang mengembangkan produk mereka dari sekadar kartu kredit menjadi e-cash, digital wallet, mobile payment, dan e-check. Namun, ketergantungan yang sangat besar dari sistem pembayaran ini bukan saja teknologi tapi juga system persediaan energi, khususnya listrik.

Pemadaman listrik sangat berpotensi menggangu transaksi e-commerce. Namun, lebih dari itu semua, informasi adalah kata kunci dari bisnis ecommerce. Informasi memainkan peran yang sangat penting dalam system pembayaran berbasis teknologi ini, sebagaimana diungkapkan Arrow, “Pengertian ekonomi tentang informasi adalah sebuah komoditas sangatlah jelas dalam bisnis e-commerce.”

Teknologi informasi memang menjadi tulang punggung dalam system ini. Untuk itu, diperlukan infrastruktur pembayaran yang memiliki jaringan untuk mengawasi keamanan sistem pembayaran ini. Bank-bank dapat berfungsi sebagai provider untuk jasa pembayaran, sehingga jangkauannya luas metode pembayarannya bisa beragam.

Sangatlah keliru jika otoritas moneter di Indonesia memaksa bank pembayaran untuk meningkatkan rasio pinjaman terhadap depositnya hingga 70% dan 100%. Bank pembayaran justru memerlukan dana likuiditas untuk mengembangkan sistem provider-nya agar sistemnya dapat berjalan sesuai dengan prinsip efisiensi Pareto.

Dengan perkembangan transaksi e-commerce yang berbentuk eksponensial maka perhatian kepada investasi dan regulasi sistem pembayaran menjadi sangat penting. Berdasarkan pendekatan Arrow-Debrue maka keseimbangan pasar hanya akan terjadi jika sistem pembayaran mampu memperbaiki dirinya secara terus menerus.

Penulis adalah Presiden Direktur Center for Banking Crisis


Google+


Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!